Outside-inside

Well, saat lagi membuat blog, secara blogger pendatang baru =), aku berpikir untuk membuat tampilan semenarik mungkin. It makes me think again, mana sih yang lebih penting, penampilan luar yang menarik atau isi dalamnya yang berkualitas? Banyak orang secara tidak sadar seringkali telah tertipu dengan penampilan produk tertentu, oleh merknya, harganya, bahkan yang paling parah oleh mode, karena mayoritas orang memilikinya, atau menggunakannya sehingga mau tak mau kita ikut-ikutan. Lalu apakah yang terjadi kemudian, kebanyakan dari mereka menyesal setelah jatuh ke dalam  perangkap maut penampilan fisik yang memukau, karena ternyata sesuatu di balik penampilan, merk, harga yang wow itu tidaklah se-wow kulitnya, bisa dibilang seperti membeli kucing dalam karung.

Suatu refleksi for me, manakah yang lebih penting antara kulit luar atau sesuatu di dalamnya, meskipun tak dapat dipungkiri bahwa cover luar merupakan faktor yang sangat menentukan, sebagai first impression, jika covernya menarik tentunya diharapkan isinya juga tak kalah menarik. Sayang sekali relitanya tidaklah demikian, justru yang terjadi adalah sebaliknya. Kebanyakan sesuatu yang kurang bagus dikemas sebagus mungkin agar tampak menarik, meskipun secara pribadi aku tidak mengatakan bahwa produk yang terlihat bagus berarti kualitasnya jelek, tidak sama sekali dan tidak dapat digeneralisasi seperti itu. Menilik kata cover dalam kamus bahasa Inggris-Indonesia diterjemahkan salah satunya sebagai penutup, sesuatu untuk menutupi. Logikanya adalah apa yang kurang bagus tentunya dikemas sebagus mungkin untuk menutupi kelemahannya sehingga cacatnya tidak terlihat. Well, itu hanya spekulasi saya, meskipun ada juga barang bagus yang dikemas dengan lebih bagus lagi untuk meningkatkan nilai jualnya.

Kembali pada poin utamanya, personally aku akan lebih menghargai kualitas daripada kemasan. Tapi statement ini tidak dapat dijadikan dasar bahwa kemasan itu tidak penting, dan sah-sah saja untuk menampilkan sesuatu itu seadanya, tanpa ada usaha untuk menambah nilai jualnya. Justru barang bagus harus dikemas sebagus mungkin agar keindahannya semakin nyata terpampang jelas di cakrawala melintasi katulistiwa cetar membahana (pinjem istilahnya Syahrini, sebelum dipatenkan, btw bener ga ya urutan dan kata-katanya (-.-‘)

Back to the topic, aku kebanyakan intermezo sih, sudah lama soalnya ga nulis selepas ini, kesimpulannya up tu you untuk lebih memprioritaskan entah covernya atau isinya, aku hanya berniat mengutarakan pendapatku saja, tapi yang menjalani adalah masing-masing kita, hanya saja jangan sampai ada penyesalan di kemudian hari coz nasi yang sudah menjadi bubur tidak akan bisa kembali menjadi nasi lagi, bisanya ditambahi ayam biar jadi bubur ayam super lezat =)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s