God is knowable but incomprehensible

He: God is knowable but incomprehensible…  (pasang status di BB)

Me: Maksude statuse ko?

He:Tuhan dapat kita kenal melalui banyak hal yang Dia nyatakan, tapi kita manusia tidak dapat menyelaminya seutuhnya…

Me: Hmmm pilihan katae bagus… menyelamiNya… (y)

He: Iya… Ni ada jemaat KK anak e umur seminggu meninggal, pada punya anak setelah 13 th merried… Sedih banget ya… Trus maksude Tuhan i apa coba?? Bingung..🙂 That’s why kita ndak isa menyelami karyaNya seutuhnya…

Me: Hmmm iya sih kadang bingung jg maunya Tuhan gmn…

Sebuah percakapan singkat melalui BBM antara aku dan koko senior =) tapi membuatku terus berpikir. Memang jika dipikir ada banyak hal yang tidak dapat dimengerti oleh manusia tentang Tuhan. Manusia terus berusaha mencari tahu tentang hal-hal yang terjadi dalam hidupnya, mengapa hal ini terjadi, apa maksud Tuhan? Well, barangkali tidak semua manusia berpikir begitu, but setidaknya aku termasuk salah satu yang bergabung dalam kelompok pemikir hehehe…

Aku termasuk orang yang selalu bertanya mengapa, mengapa dan mengapa. Aku percaya segala sesuatu yang terjadi pasti ada tujuannya dan bagiku menemukan tujuan itu adalah suatu keharusan, karena dengan mengetahui tujuan dari setiap hal yang terjadi akan membawaku semakin dekat dengan Tuhan dan pengenalanku akan hidup ini.

Selama ini aku berusaha mencari dan mencari, mencari tujuan hidup. Aku selalu bertanya-tanya ‘Tuhan apa maumu?’, ‘Tuhan tolong katakan padaku apa yang harus aku lakukan?’, ‘Tuhan aku harus bagaimana?’, ‘Tuhan apakah ini pilihan yang benar?’ dll, pokoknya banyak hal yang sering kutanyakan, mengapa, bagaimana, apa, siapa, kapan, dan barangkali Tuhan juga sudah bosen ya mendengarkan setiap pertanyaanku, keluhanku, rengekanku.

Aku rasa adalah hal yang wajar bagi manusia untuk ingin tahu segala sesuatu. Aku ingat cerita tentang seorang bapa gereja yang berusaha untuk memahami Tuhan, mencari tahu dan beljar agar bisa mengenal dan mengerti Tuhan. Suatu hari bapa itu sedang berjalan-jalan di pantai dan beliau melihat seorang anak yang sedang menggali sebuang lubang di pasir, kemudian anak itu membawa embernya, mengambil air laut dan memasukkannya ke dalam lubang yang baru saja digalinya itu. Demikianlah anak itu mengulang-ulang tindakannya, mengambil air laut dan memasukkannya ke dalam lubang kecil di pantai.

“Nak apa yang sedang kau lakukan?” tanya bapa itu yang heran melihat perbuatan si anak.

“Aku sedang memasukkan air laut ke dalam lubang ini. Aku akan memasukkan semua air laut ke dalam lubang buatanku.” Jawab anak kecil itu mantap.

“Tapi nak, hal itu tentu saja tidak mungkin, air laut begitu banyak sedangkan lubang buatanmu itu sangat kecil, bahkan baru kau isi dengan beberapa ember air saja sudah hampir penuh, bagaimana kau dapat memasukkan semua air laut ke dalam lubang ini?” tanya bapa itu dengan sedikit geli.

“Demikian juga bapa, bukankah Tuhan itu terlalu besar untuk dimengerti oleh manusia yang kecil dan terbatas…” jawab si anak itu lagi.

Well, sampai di titik ini aku tidak yakin apakah Tuhan yang berbicara melalui mulut seorang anak kaceil, atukah sang bapa gereja menyadarinya sendiri setelah merenungkan kejadian tersebut. Pada intinya adalah manusia yang terbatas tidak mungkin dapat mengerti dan memahami Tuhan yang tidak terbatas. That’s the point.

Lalu apakah semua pertanyaan-pertanyaanku berarti tidak akan pernah kutemukan jawabannya, apakah pencarianku tentang makna kehidupan, tujuan hidup tidak akan pernah berakhir, dan bagaimana aku dapat mengerti Tuhan jika aku tidak sanggup dan tidak dapat mengertiNya, bagaimana aku dapat mencari dan mengerti kehendakNya?

Jawabannya cukup sederhana, seorang senior pernah berkata kepadaku, ada tiga cara untuk mengetahui kehendak Tuhan, pertama Tuhan sendiri yang berbicara secara langsung, seperti melalui pewahyuan, kedua Tuhan berbicara melalui diri kita sendiri, melalui suara hati kita yang menuntun kita untuk membuat suatu keputusan tertentu, ketiga Tuhan menggunakan situasi dan kondisi sekitar kita untuk menuntun kita, bisa menggunakan orang tua, teman, atau suatu keadaan tertentu yang memaksa kita untuk mau tidak mau mengambil keputusan yang sebenarnya tidak kita ingini. Tentunya tidak mudah untuk mendengarkan suara Tuhan, mencari kehendakNya. Dibutuhkan kepekaan dan hubungan rohani yang baik dengan Tuhan, HPDT yang sehat, hubungan pribadi dengan Tuhan, sudah lama aku tidak menggunakan istilah itu =).

Kembali berbicara mengenai menyelami Tuhan, saat aku menonton IMB hari Sabtu kemarin, maklumlah aku termasuk salah satu IMB lovers, komentar Titi Rajobintang saat mengomentari pertunjukan Sandrina membuatku berpikir keras, dia berkomentar bahwa seni kontemporer itu tidak harus dimengerti, konsep nya memang tidak mengharuskan penonton untuk dapat mengerti, tetapi yang penting adalah penonton menikmati pertunjukan itu. Statement itu menancap dalam pikiranku dan mengaduk-aduk otakku yang saat itu sedang bersemangat, kebetulan saja sih sebenarnya.

Aku berpikir memang dalam seni konsep yang diusung tidak harus dapat dimengerti oleh semua orang, sebagai mantan mahasiswa jurusan arsitektur, karena menurutkau aku masih belum dapat dikatakan arsitek sungguhan =), banyak karya-karya desain aliran postmodern yang memang luar biasa bagusnya dan indahnya tetapi aku tidak bisa memahami konsep yang diusung sang arsitek, mengapa bentuk yang demikian bisa terjadi, but overall aku mengakui desainnya memang bagus dan mendapat pengakuan dari dunia.

I think seperti itulah juga Tuhan, bukankah Tuhan juga desainer agung, sang arsitek agung, barangkali memang Tuhan tidak ingin agar manusia tahu ada apa di balik segala sesuatu yang terjadi, bukan kehendak Tuhan agar manusia mengerti, tapi Tuhan hanya ingin manusia menikmati apa yang telah dijadikanNya, tanpa manusia itu mengerti. Just enjoy it, enjoy yourlife. Tidak perlu pusing memikirkan segala sesuatunya. Barangkali perumpamaannya adalah sama seperti matahari, kita tidak tahu apa itu matahari, mengapa matahari bisa tercipta, untuk apa matahari ada, memang ada banyak ilmuwan yang berusaha mencari tahu tentang teori-teori sains dan mempelajari matahari, tapi bukankah tanpa mengetahui itu semua kita masih tetap dapat menikmati matahari, dapat menikmati cahaya matahari pagi yang hangat, teriknya siang hari yang menyengat kulit, bahkan mengabadikan sunset yang luar biasa indahnya di pantai. Semua itu dapat dilakukan tanpa perlu mengetahui dan mempelajari matahari.

Lalu bagaimanakah caranya untuk mengetahui kehendak Tuhan, mengetahui apa maunya Tuhan?

Berikut kutipan percakapanku via BBM dengan seorang teman…

Me: Jika jawabanMu tidak seperti yang kuingini, birlahku tetap percaya bahwa kehendakMu yang terbaik bagiku… (pasang status BBM, itu lirik lagu yang dinyanyikan di gereja Minggu kemarin, judulnya Biarlah kumulai dari diri sendiri (kalau ga salah hehehe…))

She: Piye kotbah hari ini?

Me:Ha5 intie taat sama Tuhan g tau maune Tuhan gmn bagian kita taat n Tuhan bakal mmampukan mnghadapi segalanya

She: Lalu piye cara e tau itu mau e Tuhan bukan?

Me: Nah itu msh pergumulan jg sih. Tpi nek mau bner2 mncari kehendak Tuhan pasti bakal ktemu. Dlm tiap hal Tuhan berbicara trmsk dlm hal2 kcl skalipun.

She: Aku bingung juga. Aku selama ini mencari2, tapi bingung cara nyari e piye

Me: Org kalo terlalu sibuk nyari kadang mlh g ktmu. Tapi kalo saatnya ktmu pasti ktmu kok. Sering kan gt nyari brg wis ublek2 seisi rmg tp g ktmu.

She: Berarti lak podo wae diem menunggu.

Me: La pas g dicari-cari moro2 mlh nonggol dw. Mungkin mnurut org nunggu itu wasting time, aku juga sih. Tp kan juga sgala sswt ada waktunya. Musa brkeliaran dulu 40th d padang gurun sblome akire dipanggil Tuhan k mesir. Daud hdp dlm pelarian mboh piro taon itu sblom akire jd raja. Yusuf nunggu di penjara bbrp lama seblom akire tukang roti inget sama dia

She: Lha perumpamaanmu oq dasyat gitu, 40thn itu Musa, lha 40thn lg usiaku 65thn

Me: Ha5 g jg cm sgala sswt ada waktunya. Cm mmg trgantung kpekaan kita n rencana Tuhan. Kalo mmg dirasa kita blom siap y g akan diksh.

She: Iya

Me: Aku dw y g ngerti sih tp bljr u/ taat n prcaya sgala sswt indah pada waktunya termasuk pada waktu ini, waktu kmrn maupun bsok2

She: Aku akan mencoba mencari cara belajar

Me: Ha5 (y). Tp ada kalae Tuhan mmg g singkapkan. Tp Tuhan mau kita ttp mnikmati meski g ngerti. Kmrn pas nonton imb pas show ne sandrina titi kan comment prtunjukan kontemporer tu mmg g hrs slalu isa dimengerti yg pnting bs dinikmati. Krn konsepnya mmg bkn u/ dimengerti tp dinikmati.

She: Bener juga

Me: Soale nek bljr desain mmg gt kdg g ngerti konsepe arsitek itu apa tp mmg desaine bgs. So tarik kesimpulan ha5. Tuhan kan jg desainer agung.

She: Hahahaha…

….

Itulah secuil percakapanku dengan seorang teman tentang mencari kehendak Tuhan. Intinya tidak perlu mencari tahu jika memang Tuhan tidak memberitahu, tidak perlu bingung dan terus mencari-cari sampai akhirnya tidak melakukan apa-apa. Barangkali memang Tuhan hanya ingin kita menikmati hidup ini. Ada banyak orang yang menyiksa diri dengan berusaha mencari-cari bahkan sebenarnya dia sendiri tidak tahu apa yang dicarinya. Hal seperti itulah yang membuat manusia kehilangan kesempatan untuk menikmati hidup anugerah Tuhan.

I believe apa yang Tuhan mau katakan dan Tuhan kehendaki atas hidup kita akan dinyatakanNya pada saatnya, dan sambil menunggu waktunya biarlah kita tetap menjalani hidup ini dengan penuh ucapan syukur.

Dulu aku menganut paham bahwa menunggu itu sesuatu yang wasting time, tapi kemudian aku menyadari bahwa ada yang namanya proses dan menunggu itu termasuk salah satu bagian di dalam proses itu. Akan menjadi sangat panjang jika kutuliskan pemikiranku mengenai proses, biarlah itu menjadi bagian lain dari tulisanku, bagaimana seorang Aris memandang sebuah proses…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s