Pekerja kebun anggur

Ketika malam tuan itu berkata kepada mandurnya: Panggillah pekerja-pekerja itu dan bayarkan upah mereka, mulai dengan mereka yang masuk terakhir hingga mereka yang masuk terdahulu. Maka datanglah mereka yang mulai bekerja kira-kira pukul lima dan mereka menerima masing-masing satu dinar. Kemudian datanglah mereka yang masuk terdahulu, sangkanya akan mendapat lebih banyak, tetapi merekapun menerima masing-masing satu dinar juga. Ketika mereka menerimanya, mereka bersungut-sungut kepada tuan itu, katanya: Mereka yang masuk terakhir ini hanya bekerja satu jam dan engkau menyamakan mereka dengan kami yang sehari suntuk bekerja berat dan menanggung panas terik  matahari. Tetapi tuan itu menjawab seorang dari mereka: Saudara, aku tidak berlaku tidak adil terhadap engkau. Bukankah kita telah sepakat sedinar sehari? Ambillah bagianmu dan pergilah; aku memberikannya kepada orang yang masuk terakhir ini sama seperti kepadamu. Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau, karena aku murah hati? (Mat 20:8-15)

Pada awalnya aku setuju dengan para pekerja itu, tidak adil jika mereka mendapatkan upah yang sama padahal jam kerja mereka lebih banyak. Akan tetapi aku mendapatkan pemahaman lain, chek my cerpen : Pekerja di kandang ayam.

Poin-poin yang mengubah perspektifku adalah:

  1. Sudah ditekankan di awal bahwa upah pekerjaan itu adalah satu dinar sehari, bukan satu dinar satu jam atau seperduapuluh empat dinar selama satu jam. Jika memang sejak awal tidak terjadi kesepakatan maka para pekerja itu tidak perlu mengerjakannya. Dan waktu berlangsungnya pekerjaan itu adalah satu hari, meskipun ada hitungan jam nya juga, tetapi faktor pembagi yang digunakan adalah hari dan bukan jam.
  2. Seperti yang kutulis dalam cerpenku, bisa saja tuan itu merekrut pekerja lain karena pekerjaan itu terlalu banyak sehingga para pekerja yang mulai bekerja sejak pagi tidak akan sanggup menyelesaikannya. Bukankah pada akhirnya sama saja jika pekerjaan itu tidak selesai dalam sehari maka harus dilanjutkan keesokan harinya dan tuan itu tetap saja membayar satu dinar lagi untuk keesokan harinya. Tidak dijelaskan pukul berapa pekerjaan itu selesai, tetapi menurut asumsiku pekerjaan itu selesai tepat pada waktu berakhirnya hari itu, karena pada siang hari pekerjaan itu belum selesai dan demikian juga pada sore harinya. Lagipula jika suatu pekerjaan dikerjakan bersama-sama hasilnya akan jauh berkali-kali lipat dibandingkan apa yang dihasilkan jika orang dalam jumlah yang sama bekerja sendiri-sendiri (bukan opiniku, sudah ada buktinya). Karena itulah muncul kata-kata ‘karena aku murah hati’, murah hati di sini bukan murah hati hanya kepada mereka yang bekerja dengan jam kerja lebih sedikit tetapi juga kepada mereka yang bekerja dalam jam kerja yang banyak. Tak ada pilih kasih. Kemurahan itu ditujukan kepada semua orang.
  3. Perasaan tidak adil itu muncul karena manusia merasa iri terhadap sesamanya, dapat dilihat di sini poinnya adalah memandang kepada ‘keakuan’, berpusat pada diri sendiri, sehingga mulai membanding-bandingkan. Jika sudah menyangkut ego dan ‘keakuan’ maka efeknya pasti tidak baik. Iri hati timbul karena ‘aku’ merasa dirugikan oleh orang lain, padahal sebenarnya tidak. ‘Aku’ tidak rugi apa pun karena menerima jumlah yang sesuai dengan kesepakatan. Hak ku tidak diambil oleh orang lain. Hanya saja ‘aku’ tidak senang karena orang lain menerima jumlah yang sama pula. Justru ‘aku’ lah yang ingin mengambil hak orang lain. Itulah egoisme manusia.

Barangkali sekian dulu penjabaranku, semoga bisa dimengerti, maaf jika aku tak pandai merangkai kata yang mudah dipahami dan dicerna. Masih harus banyak belajar untuk menguraikan kerumitan pikiran dalam kata-kata yang sederhana.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s