Man of Steel – Superman

Review Man of Steel

Weekend kemarin aku menyempatkan diri menonton Man of Steel (Superman) bersama seorang teman. Well, dari segi cerita so so sih, seperti kebanyakan film superhero pada umumnya, bahkan cenderung kurang dinikmati. Filosofi dalam film itu yang menarik bagiku.

1. Setiap orang memiliki tujuan dalam hidupnya.

Tidak ada yang terlahir secara kebetulan. Your life isn’t an accident, but The Creator has already created you with some certain goals. Maybe you can’t understand now, not yet, but someday you’ll know the purpose of your life.

Seperti Clark Kent muda yang tidak mengerti mengapa dia ‘berbeda’ dengan orang-orang pada umumnya. Tapi pada saatnya dia mengerti, meskipun menurutku prosesnya terlalu instan. I think we need process in our life, maybe it’s very long to find the reason of our existence.

2. Orang yang kuat bukanlah orang yang mengandalkan kekuatan otot, kekerasan, ataupun selalu menan2g atas alawan-lawannya, tapi orang yang kuat adalah orang yang mampu mengendalikan diri, tahu kapan saatnya bertindak dan kapan saatnya menahan diri.

Sejak kecil orang tuaku mengajarkanku untuk mengalah. Mengalah itu bukan berarti kalah, tapi orang yang mampu mengalah adalah orang yang menang atas egonya.

Seperti halnya Clark yang berusaha tidak melayani teman-temannya yang membullynya, meskipun sesungguhnya dia mampu, atau saat dia menyerahkan diri untuk ditangkap demi kelangsungan hidup manusia, demikian halnya dengan Louis yang harus rela artikel yang ditulisnya dengan penuh perjuangan mengenai rahasia Clark tidak dipublish, tentunya semuanya itu dibutuhkan kebesaran hati.

3. Kadang ada hal-hal yang tidak kita inginkan terjadi dalam hidup ini, meskipun kita merasa itu hal buruk, tapi sesungguhnya hal itu terjadi demi kebaikan kita.

Saat ayah Clark memutuskan untuk meninggal, coz dia tidak mengijinkan anaknya menyelamatkannya, bagi Clark itu adalah hal yang buruk, tapi ayahnya memandang itu sebagai hal yang baik bagi masa depan puteranya. Sering barangkali aku bertanya mengapa ini terjadi, mengapa itu terjadi, but I find the answer, it’s happened for my sake, maybe for me it’s a bad thing, but for God it’s the best for me.

4. Seorang Superman sekalipun memiliki pengharapan.

Tidak ada seorang pun yang benar-benar super di dunia ini. Selalu ada ruang untuk harapan, karena harapan lah yang menjadi dasar bagi manusia untuk hidup, karena manusia berharap akan kehidupan yang lebih baik lagi dan dia memperjuangkannya. Jika tidak memiliki harapan sesungguhnya orang itu sudah mati, menyerah, end, game over

5. Finally no body can live alone.

Bahkan Superman yang notabene manusia super membutuhkan bantuan orang lain untuk mengalahkan musuhnya, dia dibantu Louis dan bayangan ayahnya untuk mengirim musuhnya ke black hole. Karena pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain.

Itulah beberapa poin yang aku tangkap dari film tersebut. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s