Si Tulang Malas

Ada seorang pemuda yang sangat malas, kerjanya setiap hari hanya bermalas-malasan. Orang-orang di kampungnya menjulukinya Si Tulang Malas, karena dia sangat malas. Karena dia tidak bekerja da hanya bermalas-malasan, dia dan keluarganya hidup dalam kemiskinan. “Nanti pada saatnya kita akan kaya,” kata Si Tulang Malas setiap kali istrinya menyuruhnya bekerja. Akhirnya sang istri pun hanya mampu mengelus dada melihat ulah suaminya (heran juga ya kenapa dulu istrinya bersedia menikahi suami seperti itu). Hingga pada suatu hari istrinya tak tahan lagi hidup bersama suaminya dan mengusir Si Tulang Malas. Si Tulang Malas pun memutuskan pergi mencari petapa yang tinggal di gunung sebelah untuk menanyakan cara agar dia menjadi kaya tanpa perlu bekerja dengan susah payah.

Dalam perjalanannya, Si Tulang Malas bertemu dengan seekor serigala. “Siapa kau dan mau apa kau memasuki wilayah kekuasaanku?” tanya serigala itu. Dengan takut Si Tulang Malas bercerita bahwa dia sedang dalam perjalanan mencari petapa untuk meminta nasehat agar menjadi kaya. “Apakah kau bersedia menolongku?” tanya serigala itu. “Jika kau bertemu dengan petapa itu, tolong tanyakan mengapa perutku sakit sekali, dan sudah satu bulan aku tidak bisa makan.” Si Tulang Malas pun menyanggupi permintaan serigala itu dan berjanji menyampaikan pertanyaannya kepada sang petapa.

Tak berapa lama kemudian Si Tulang Malas tiba di sungai, ketika dia hendak minum dilihatnya seekor ikan besar sedang menampakkan wajahnya dari dalam air. ‘Tuang, aku dengar kau sedang dalam perjalanan mencari petapa di gunung sebelah, apakah kau tak keberatan jika aku meminta tolong untuk menanyakan mengapa tenggorokanku sakit setiap kali aku menelan makanan?” Si Tulang Malas berjanji untuk menyampaikan pertanyaan ikan itu kepada petapa.

Sampai di kaki gunung, Si Tulang Malas merasa lelah dan dia berisitirahat di bawah pohon besar. “Tuan, apakah benar kau sedang mencari petapa yang tinggal di atas gunung?” tanya pohon itu. “Bersediakah kau menolongku untuk menanyakan kepada petapa itu mengapa daun-daunku selalu cepat gugur begitu mereka muncul?” Si Tulang Malas kembali berjanji kepada pohon itu untuk menyampaikan pertanyaannya kepada petapa.

Akhirnya, tibalah Si Tulang Malas di tempat kediaman petapa. Tanpa membuang waktu lebih lama lagi, Si Tulang Malas segera bertanya kepada petapa itu bagaimana caranya agar dia menjadi kaya tanpa perlu bersusah payah, tak lupa dia menanyakan pertanyaan serigala, ikan dan pohon. Petapa itu menjawab pertanyaan yang dititipkan kepada Si Tulang Malas. “Lalu bagaimana dengan pertanyaanku?” tanya Si Tulang Malas kepada petapa itu kerena petapa itu sama sekali tidak memberitahunya bagaimana cara menjadi kaya. “Semuanya itu sudah diatur, pulanglah,” jawab petapa itu. Si Tulang Malas pun pulang dengan hati gembira.

“Bagaimana Tuan, apakah engkau sudah bertemu dengan petapa itu?” tanya pohon besar itu ketika dia melihat Si Tulang Malas menuruni gunung.

“Sudah. Petapa itu bilang bahwa di akarmu terdapat sebuah peti berisi koin emas yang sangat banyak, jika kau ingin daunmu tidak gugur, kau harus menyingkirkan peti itu,” jawab Si Tulang Malas.

“Tuang, tolonglah aku, ambillah peti itu dan dengan demikian Tuan juga akan mendapatkan banyak koin emas bukan?”

“Maaf, kau carilah orang lain saja. Aku malas menggali akarmu. Petapa itu bilang kekayaanku sudah diatur, aku tak perlu bersusah payah.” Si Tulang Malas pun meninggalkan pohon itu dan melanjutkan perjalanannya pulang. Ketika dia sampai di sungai, dilihatnya ikan itu sedang menunggunya.

“Tuan, bagaimana, apakah kau sudah menanyakan pertanyaanku kepada petapa?” tanya ikan itu.

“Kata petapa di tenggorokanmu terdapat mutiara yang sangat besar, kau harus mengeluarkannya agar kau dapat makan dengan nyaman.”

“Tuang, tolonglah bantu aku untuk mengeluarkan mutiara itu dan kau dapat memilikinya.”

“Mintalah orang lain saja untuk membantumu. Aku malas. Petapa itu bilang kekayaanku sudah diatur, aku tak perlu bersusah payah.” Si Tulang Malas kembali melanjutkan perjalanannya dan meninggalkan ikan itu.

Ketika Si Tulang Malas sudah hampir sampai di kampungnya, dilihatnya serigala tertidur pulas menunggunya. Si Tulang Malas membangunkan serigala itu. “Kata petapa kau harus makan orang yang paling malas di dunia ini agar perutmu sembuh,” kata Si Tulang Malas.

“Tapi di mana aku dapat menemukannya?” tanya serigala itu.

“Petapa itu tidak mengatakannya.” Kemudian Si Tulang Malas menceritakan perjalannya menemui petapa hingga dia kembali menjumpai serigala itu.

“Akhirnya aku menemukan orang itu. Kini aku tak perlu susah-susah lagi mencari siapa orang paling malas di dunia, orang itu sendirilah yang mendatangiku,” kata serigala riang kemudian dia melahap Si Tulang Malas dan sembuhlah perut serigala itu. Itulah akhir hidup Si Tulang Malas.

**

Sebuah cerita yang pernah kubaca sewaktu aku masih kecil. Masih nyantol sih, coz ceritanya bagus, poin yang terus kuingat adalah jangan jadi orang malas dan haru selalu berusaha. Endingnya bagus. Poin kedua yang baru saja kusadari saat menuliskan cerita ini lagi adalah barangkali benar bahwa nasib Si Tulang Malas memang sudah diatur, tapi tidak berarti dia ditakdirkan untuk dimakan serigala, jika saja dia memilih untuk menolong pohon dan ikan tentunya dia menjadi kaya dan tidak akan berakhir menjadi makan malam serigala. Tapi kembali lagi, Si Tulang Malas sendiri yang menentukan nasibnya, padahal dia memiliki kesempatan untuk mengubah nasibnya, jika saja dia tidak terlalu malas.

Well, kadang orang berpikir bahwa nasibya sudah diatur, memang benar tetapi tanpa disadari sikap dan tindakan, serta pilihan kitalah yang turut berperan serta menentukan nasib hidup kita sendiri. Jangan salahkan takdir, nasib ataupun orang lain atas kemalangan yang menimpa kita, tapi salahkan diri sendiri, koreksi pilihan-pilihan yang membuat kita mengalami hal itu. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s