Tuhan yang kesepian…

Siang itu aku berjalan melewati toko buku di sebuah mall. Ada satu buku yang menarik mataku, judul buku itu benar-benar membuat otakku bekerja maksimal, judulnya ‘Tuhan yang kesepian’. Aku tidak berniat membaca resensinya atau membelinya, aku tidak ingin tahu apa isi buku itu, tapi judulnya lah yang membuatku tergelitik. Untuk beberapa menit aku berdiri di depan rak buku itu sembari memikirkan kalimat itu, ‘Tuhan yang kesepian’. Benarkah bahwa Tuhan kesepian? Benarkah bahwa selama ini manusia tidak memiliki waktu lagi untuk Tuhannya? Benarkah aku mencuekin Tuhan? barangkali jawaban dari semuanya itu adalah yes.

Ya jika manusia sekarang sudah tidak lagi memiliki waktu untuk Tuhan, manusia disibukkan dengan pekerjaan, bagaimana mencari hidup yang lebih baik, yang seringkali diasumsikan dengan kebebasan finansial, kebebasan ekonomi, hidup nyaman. Hal itu membuat manusia terjebak dalam tipu muslihat dunia, memang itulah yang diinginkan dunia, menurutku istilah kebebasan finansial itu bullshit, omong kosong, karena bagiku itu hanyalah kata-kata yang lebih baik untuk menyebut harta, kekayaan, salah satu berhala manusia. Orang yang mengejar kebebasan finansial sesungguhnya sedang mengejar harta, salah satu dari tiga berhala, harta, tahta, wanita (mungkin yang terakhir dapat dijelaskan nafsu karena wanita tidak mungkin mencari wanita hahaha).

Ok kembali lagi pada Tuhan yang kesepian, ketika manusia berusaha untuk mencukupi kebutuhannya dengan usahanya sendiri sesungguhnya dia sedang berusaha untuk melepaskan diri dari Tuhan. Berusaha sendiri berarti mengandalkan kekuatan sendiri dan itu berarti tidak mengandalkan Tuhan, sama halnya meninggalkan Tuhan di belakang sedang kita maju berjalan sendiri. So, tidak salah jika manusia benar-benar membuat Tuhan kesepian, lha Tuhan e ditinggal ok. Barangkali setiap kali kita berdoa meminta ini itu, tapi sesungguhnya bukan itu yang dikehendaki Tuhan, tanpa kita minta pun Tuhan telah, sedang dan pasti akan memberi yang terbaik bagi kita. Yang diinginkan Tuhan adalah sebuah relasi, doa seharusnya menjadi sarana bagi kita untuk berhubungan dengan Tuhan, menjalin relasi yang indah, bukan sekadar mantra-mantra untuk membuat hidup lebih makmur, kaya, sehat dll.

Bukankah tujuan Tuhan menciptakan manusia agar Tuhan dapat berhubungan dengan ciptaannya, setidaknya itu pemikiranku sih, kalau bukan itu apa coba? Sama seperti manusia membeli hewan peliharaan, bukan maksudku untuk menyamakan kita dengan hewan, hanya sebagai perumpamaan saja karena hewan derajatnya lebih rendah dari manusia, sama halnya derajat manusia jauh di bawah Tuhan, agar hewan itu bisa menemani, menghibur dan menyenangkan manusia. Coba pikir jika kita pulang dalam keadaan capek lalu anjing kita hanya bermalas-malasan, atau malah asyik dduk di sofa dan nonton TV sambil makan popcorn, tidak menyambut kita, btw ada ya anjing duduk di sofa nonton TV sambil makan popcorn, bayangin sendiri ah hahaha, tentunya jengkel bukan, apalagi saat si anjing kita panggil dia malah memperbesar volume TV, gimana coba, aku yakin hampir semua dari kita akan menendang anjing itu keluar dari rumah. Coba pikir kalau Tuhan juga bersikap seperti itu, saat Tuhan memanggil kita, kita malah asyik dengan urusan dunia kita. Gimana coba kalau Tuhan emosi lalu memilih untuk memusnahkan manusia, lalu menciptakan makhluk lain, alien mungkin sebagai objek kasihNya. Syukur bahwa Tuhan tidak seperti itu, Tuhan begitu mengasihi manusia dan selalu memberikan kesempatan bagi kita. Tuhan begitu sabar menghadapi kita, tapi sesabar-sabarnya Tuhan, kesabaran itu pasti ada batasnya. So mulailah memikirkan ‘Tuhan yang kesepian’ dan jangan buat Dia benar-benar kesempian dan mencari objek lain sebagai pelampisan lalu membuang kita… 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s