Kunjungan singkat ke surga

Suatu hari seorang pria bermimpi pergi ke surga. Seorang malaikat menemaninya dan menunjukkan keadaan surga. Mereka memasuki ruang kerja yang penuh dengan malaikat. Malaikat yang menemani pria itu berhenti dan menjelaskan, “ Ini adalah Seksi Penerimaan. Di sisi semua permintaan yang ditujukan kepada Allah diterima.” Di ruangan itu para malaikat begitu sibuk memilah-milah seluruh permohonan manusia di muka bumi, yang tertulis pada kertas.

Kemudian mereka berjalan lagi melalui koridor panjang dan menuju ruang kerja kedua. “Ini adalah Seksi Pengepakan dan Pengiriman. Di sini kemuliaan dan rahmat yang diminta manusia diproses dan dikirim kepada mereka, yang masih hidup.” kata malaikat itu lagi. Pria itu memperhatikan para malaikat di ruangan itu begitu sibuk karena bagitu banyak permohonan yang diminta dan sedang dipaketkan untuk dikirim ke bumi.

Mereka melanjutkan perjalan dan sampi di uung korisor, di mana terdapat ruang kerja kecil. Di situ hanya ada satu malaikat yang duduk hampir tidak melakukan apa pun. “Ini adalah Seksi Pernyataan Terima Kasih.” kata malaikat yang menemai pria itu.

“Bagaimana ini? Mengapa hampir tidak ada pekerjaan di sini?” tanya pria itu.

“Menyedihkan,” kata malaikat itu lagi, “Setelah manusia menerima apa yang mereka minta, sangat sedikit yang mengirimkan pernyataan terima kasih.”

Pria itu bertanya, “Bagaimana caranya mengirmkan terima kasih atas berkat Tuhan?”

“Sederhana sekali,” jawab sang malaikat, “Cukup berkata: Terima kasih, Tuhan.”

“Lalu apa saja yang perlu kita syukuri?” tanya pria itu lagi.

Sang malaikat pun menjawab:

“Jika engkau mempunyai makanan di lemari es, pakaian yang menutupi tubuhmu, atap di atas kepalamu dan tempat untuk tidur, engkau lebih kaya dari 75% penduduk dunia ini.

“Jika engkau memiliki uang di bank, di diompetmu, dan uang receh, engkau berada di antara 8% kesejahteraan dunia.

“Jika engkau mendapatkan pesan di email komputermu, engkau adalah bagian fari 1% di dunia yang memiliki kesempatan itu.

“Jika engkau bangun pagi ini dengan sehat, engkau lebih diberkati daripada begitu banyak orang di dunia ini yang tidak dapat bertahan hidup hingga hari ini.

“Jika engkau tidak pernah mengalami ketakutan dalam perang, kesepian dalam penjara, kesengsaraan penyiksaan, atau kelaparan yang amat sangat, engkau lebih beruntung dari 700 juta orang di dunia ini.

“Jika engkau dapat menghadiri kebaktian di gereja pada hari Minggu tanpa ada ketakutan akan penyerangan, penangkapan, penyiksaan atau kematian, engkau lebih beruntung daripada 3 miliar orang di dunia.

“Jika orangtuamu masih hidup dan masih berada dalam ikatan pernikahan, engkau termasuk orang yang sangat jarang.

“Jika engkau dapat menegakkan kepala dan tersenyum, engkau bukanlah orang seperti kebanyakan, engkau unik dibandingkan mereka yang berada dalam keraguan dan keputusasaan.

Pria itu terkesima dan tiba-tiba dia terbangun. “Terima kasih, Tuhan.” ujarnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s