If God knows, why we pray?

Seorang teman menulis status tersebut di facebooknya. Memang sih Tuhan tahu semuanya, bahkan Tuhan tahu apa yang kita minta bahkan sebelum kita mengutarakannya. Dan tentu saja Dia tahu apa yang terbaik bagi kita, dan tentunya tanpa kita minta pun Dia akan memberikan yang terbaik bagi kita. So kalau begitu, mengapa kita perlu berdoa setiap hari? Someone told me that pray is not about asking but it’s about relationship. Dalam relasi kita dengan orang tua misalnya, bukankah orang tua tahu apa yang terbaik bagi anaknya, aku percaya bahwa orang tua yang normal tentunya akan berusaha memberikan yang terbaik bagi anaknya. Dan sejak kita kecil bukankah orang tua selalu memberi apa yang kita minta, bahkan yang tidak kita minta pun disediakan mereka. Lantas apakah kita lalu mendiamkan orang tua kita? Sama sekali tidak menyapa mereka, tidak berbicara apa pun kepada mereka, mendiamkan mereka seperti orang asing? Tidak demikian bukan. Meskipun kita tahu orang tua kita akan memberikan apa yang kita minta, bahkan yang tidak kita minta pun disediakan mereka untuk kebaikan kita, kita tetap berbicara. Dan komunikasi kita tidak hanya meminta ini itu saja, tapi juga bercerita banyak hal, meminta dukungan, nasehat. That’s a relation. Demikian juga dengan Tuhan, Tuhan merindukan kita datang tidak hanya dengan sejuta permintaan, tapi juga datang dengan segala masalah, protes, permasalahan kita. Tuhan rindu kita anak-anaknya datang kepadaNya, seperti seorang anak kecil yang datang kepada orang tuanya, bercerita tentang harinya di sekolah, tentang teman-temannya, gurunya, bertanya bagaimana mengerjakan PRnya, dan meminta orang tuanya menemaninya saat menjelang tidur.  

Sebenarnya siapa sih yang butuh berdoa, bukan Tuhan yang butuh doa kita, justru kita yang butuh berdoa. God doesn’t need our pray, but it’s we that need to pray. Apa ruginya bagi Tuhan jika kita tidak berdoa, I think Tuhan tidak rugi apa pun, justru kita lah yang rugi karena tidak datang kepadaNya. Bukan Tuhan yang membutuhkan kita, tapi kitalah yang membutuhkanNya.

Tuhan rindu kita datang kepadanya dalam doa, dengan membawa pergumulan, protes, ketakutan, keinginan, kesedihan, kegembiraan, kemarahan, apa pun bisa kita bawa ke hadapanNya. Dan even He knows about our life tapi tentunya Dia ingin kita yang menceritakan diri kita kepadaNya. Jika ada dari anda yang telah menjadi orang tua, meskipun anda tahu dan mengawasi anak-anak anda, tapi tidakkah anda juga bersedia mendengarkan cerita mereka tentang hari mereka, dan anda menikmati ketika mereka bercerita bukan. That’s a relation.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s