Akeh sing mikir ndang bar ndang wis tapi nyatane ndang bar ndang ono maneh…

Akeh sing mikir ndang bar ndang wis tapi nyatane ndang bar ndang ono maneh…

Aku tertawa membaca status salah seorang teman. Bahasa Jawa yang artinya banyak orang berpikir saat mengerjakan sesuatu ayo cepat selesai lalu sudah tidak ada apa-apa lagi, tapi pada kenyataannya tidak demikian, setelah menyelesaikan suatu pekerjaan, masih ada pekerjaan lain yang menunggu untuk dikerjakan.

Ketika aku berpikir tentang hidup bukakah hidup itu juga demikian. Setelah selesai satu masalah, persoalan dan masalah lain akan muncul. Itulah hidup. Sangat berlawanan dengan pola pikir manusia yang ingin segera menyelesaikan masalah yang dihadapinya lalu setelah itu finish, tidak ada apa-apa, bisa bersantai-santai. Barangkali pola pikir seperti pepatah Jawa itulah yang mengakar dalam budaya masyarakat sehingga orang menjadi cepat menyerah saat menghadapi masalah yang bertubi-tubi. Dalam benak mereka jika satu masalah selesai maka ya sudah, tapi kenyataannya masalah demi masalah terus datang silih berganti.

Well, sekali lagi kuulangi itulah hidup. My dad said hidup itu penuh masalah. Kalau tidak ingin menghadapi masalah, ya jangan hidup. Hanya orang mati yang tidak memiliki masalah. Well, sebenarnya orang mati masih memiliki masalah, jika kuburannya dibongkar dan dipindahkan ha5… So, ubahlah pola pikir anda, siap sedialah menghadapi masalah yang akan menghajar anda bertubi-tubi karena masalah adalah bumbu hidup yang membuat hidup lebih bermakna…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s