God, this is my life proposal

Kapan hari aku berkunjung ke Gramed, hmmm ada satu buku yang judulnya menarik, ‘God, this is my live proposal’. Membaca judulnya membuatku mengingat akan hal-hal yang lampau, waktu-waktu di mana aku masih sangat idealis tentang hidup, berpikir bahwa hidup ini dapat kukendalikan dan berjalan lancar selama aku on the track. Tapi pertanyaannya, bagaimana aku tahu bahwa aku masih on the track. Aku sering berpikir bahwa menyerahkan proposal hidup pada Tuhan itu berarti menyerahkan selembar kertas kosong, biar Tuhan yang mengisinya. Tapi pada kenyataannya keadaan menjadi berbanding terbalik, ketika Tuhan mengisi kertas kosong itu aku tidak bersedia menjalankannya, aku menolaknya dan meminta Tuhan merevisinya. Pertanyaannya, siapakah yang membuat proposal di sini? Bukan aku, melainkan Tuhan, lalu aku yang seakan-akan bertindak sebagai Tuhan, aku yang memegang palu dan mengetuk. Hahaha… lucu bukan, tapi barangkali itulah relaita yang terjadi pada hampir kebanyakan orang.

Lalu bagaimana dong? Dulu waktu kuliah aku pernah membuat perencanaan hidup, tapi aku mengingkarinya dengan berbagai alasan yang kubuat sendiri. Well, setidaknya aku sudah pernah membuat proposal, entah Tuhan menyetujuinya atau tidak it’s up to Him. Sekarang aku mulai melangkah menjalankan proposal yang kubuat beberapa tahun yang lalu, meskipun terlambat tapi tak apa, lebih baik daripada tidak sama sekali.

Mengapa perlu membuat proposal hidup? Banyak orang menjalani hidup dalam keputusasaan, setidaknya itulah yang kutemukan, banyak teman-temanku have nowhere to go, menjalani hidup sehari lepas sehari, membiarkan hidup menyetir mereka. That’s not true. Seharusnya hidup ini kita yang mengaturnya, kita yang menjalani hidup kita, bukan malah hidup yang mengatur langkah kita. Dalam hidup ini harus ada tujuan, memang betul. Setidaknya dengan memiliki tujuan ada arah yang hendak dituju. Tidak nowhere to go.

Bagaimana dengan tujuan hidup? Well, kurasa setiap orang memiliki tujuan spesifik dan masing-masing orang memiliki peranan dalam hidupnya. Tak ada yang bisa memaksakan maupun mengcopi tujuan hidup orang lain. it’s you that have to find your life purpose by yourself. Tak ada orang yang mampu memberitahumu tujuan hidupmu selain Sang Pemberi Kehidupan. Ada orang yang menemukan tujuan hidupnya melalui pewahyuan khusus, tapi ada pula yang harus menjalani pergumulan yang sulit dan panjang sebelum akhirnya menemukan tujuan hidup.

However, tak masalah ketika proposal hidup yang kita buat tak diacc Tuhan, barangkali Tuhan memiliki rencana dan proposal yang lebih indah, yang lebih mendekati dan sesuai dengan tujuan hidup masing-masing dari kita. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s