menjadi kupu-kupu

Dalam suatu pertemuan, kelas kami ditanya oleh pembicara, jika kami bisa memilih menjadi hewan, kami ingin menjadi hewan apa dan apa alasannya. Kebanyakan dari kami menjawab bermacam-macam binatang, ada teman yang ingin menjadi burung karena ingin bisa terbang bebas, ada yang ingin menjadi anjing karena disayang oleh majikannya, ada yang ingin menjadi kucing karena bisa bermalas-malasan sepanjang hari, dan masih banyak lagi.

Namun ada satu jawaban yang sampai saat ini masih terus kuingat, salah seorang temanku menjawab dia ingin menjadi kupu-kupu karena kupu-kupu selalu berubah menjadi lebih baik dan semakin baik, dari ulat menjadi kepompong sampai akhirnya menjadi kupu-kupu. Mungkin suatu jawaban yang sederhana namun menurutku memiliki makna yang dalam, berbeda dengan keinginan teman-teman lain termasuk diriku, yang ingin menjadi hewan dengan alasan untuk menyenangkan diri sendiri.

Jika ditelaah lebih jauh lagi sebenarnya kupu-kupu merupakan hewan yang selalu berubah, bermetamorfosa, keluar dari keadaan yang bisa disebut comfort zone untuk menuju ke kehidupan yang baru. Sewaktu menjadi ulat yang dilakukannya hanyalah makan daun sebanyak-banyaknya. Tentu hal itu sangat nyaman. Demikian juga saat menjadi kempompong, yang dilakukannya adalah membungkus diri, bersembunyi dalam kempompong yang tentunya sangat nyaman. Namun proses yang sulit dimulai ketika makhluk dalam kepompong itu harus keluar dan membebaskan dirinya untuk bisa terbang dan berubah menjadi kupu-kupu.

Banyak orang yang mengatakan kupu-kupu itu harus berjuang dan berusaha keras untuk keluar dari kepompong, jika ada yang membantunya untuk keluar dengan menggunting kepompongnya, maka sayap-sayap kupu-kupu tidak akan menjadi kuat dan tidak mampu digunakan untuk terbang, dan kupu-kupu itu akan malah akan mati.

Kembali pada jawaban temanku tadi, mungkin memang benar kupu-kupu selalu berubah dari ulat yang mungkin menurut sebagian orang menjijikkan, menjadi kepompong sampai akhirnya menjadi kupu-kupu yang disukai dan dikagumi oleh semua orang. Namun dalam prosesnya hal itu tidak mudah. Untuk bisa berubah menjadi lebih baik harus ada proses yang dilalui, mungkin tidak nyaman, menyakitkan, dan kita harus meninggalkan comfort zone kita, namun semua itu terjadi karena Dia mengasihi kita dan Dia melakukannya untuk kebaikan kita. Terkadang Dia membiarkan kita berjuang sendirian untuk keluar dari kepompong agar sayap-sayap kita menjadi kuat dan kita dapat terbang tinggi, namun perlu diingat tidak pernah Dia membiarkan kita berjuang sendirian, Dia selalu ada di samping kita, mengawasi kita, memperhatikan kita dan menjaga kita setiap saat, namun ada saatnya Dia harus menahan diriNya demi kebaikan kita.

Ingin berubah menjadi lebih baik dan semakin baik berarti siap berproses bersama Tuhan, meninggalkan segala kenyamanan dan siap menghadapi proses yang menyakitkan. 

5_1_2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s