Surat cinta dari ibu

Dear my son,

Anakku, apa kabarmu? Sekarang usiamu 13 tahun bukan? Hari ini Ibu ingin membawa kue tar dan menyanyikan lagu ‘Selamat ulang tahun’. Ibu benar-benar merindukanmu. Bagaimana keadaanmu? Dalam ingatan Ibu, kau adalah bayi kecil mungil yang selalu menangis dalam dekapan Ibu. Ibu sangat penasaran bagaimana dirimu sekarang? Apakah wajahmu seperti wajah ayahmu, atau seperti wajah Ibu? Apakah kau memiliki mata seindah mata ayahmu? Apakah kau memiliki mulut lebar seperti Ibu? Ibu sangat ingin melihat wajahmu…

Anakku, apakah kau marah kepada Ibu? Tolong maafkan Ibu karena Ibu tidak bisa menemani hari-harimu. Kau tahu, Ibu ingin membimbingmu belajar berjalan saat kau, mendengar kau mengucapkan kata pertamamu, Ibu ingin kata pertama yang kau ucapkan adalah ‘ibu’, dan ibu sangat ingin mendengarnya, meskipun kini Ibu yakin kata pertamamu adalah ‘ayah’. Tak apa, meskipun Ibu tak akan pernah mendengarmu memanggilku ‘ibu’ tapi Ibu sudah cekup senang bisa membawamu ke dunia ini. Ibu ingin menemanimu pada hari pertamamu masuk sekolah, menghadiri pertemuan orang tua murid, datang ke sekolah saat perayaan Hari Ibu bersama ibu-ibu lainnya dan mendukung anaknya saat pentas seni.

Ibu ingin menemanimu tidur di malam hari. Maafkan Ibu karena tidak ada di sampingmu saat kau terbangun karena mimpi buruk. Maafkan Ibu karena Ibu tak datang menenangkanmu saat kau menangis ketakutan di malam hari yang gelap. Maafkan karena setiap malam Ibu tidak pernah menyelinap ke dalam kamarmu diam-diam ketika kau sedang terlelap dan Ibu tidak bisa mengecup keningmu, membetulkan letak selimutmu dan mematikan lampu kamarmu jika kau lupa mematikannya.

Maafkan Ibu karena tidak bisa membangunkanmu tiap pagi, memandikanmu, menyiapkanmu sarapan dan bekal untuk kau bawa ke sekolah. Maafkan Ibu karena tidak menunggumu saat kau pulang sekolah, menemanimu makan siang, dan membantumu mengerjakan pekerjaan rumah. Jujur Ibu sangat ingin melakukan itu semua. Ibu ingin mendengarmu bercerita tentang hari-harimu di sekolah, tentang teman-temanmu, tentang gurumu. Ibu ingin memarahimu saat kau mendapatkan nilai jelak di sekolah, dan ibu juga ingin memujimu saat kau mendapatkan nilai bagus. Ibu ingin membanggakanmu saat bercerita bersama teman-teman Ibu, bahwa anak laki-laki Ibu luar biasa.

Maafkan Ibu karena tak merawatmu saat kau sakit, mengingatkanmu agar selalu minum obat, menemanimu ke dokter dan menenangkanmu saat kau menangis karena takut terhadap jarum suntik. Apakah kau takut terhadap jarum suntuk? Semoga tidak. Ibu tidak ingin anak laki-laki ibu menjadi seorang penakut.

Anakku, Ibu ingin mendengarmu bercerita tentang gadis yang menarik perhatianmu. Percayalah Ibu sangat ingin kau mengenalkan gadis yang berhasil menaklukkan hatimu kepada Ibu saat kau dewasa nanti. Ibu ingin melihatmu berjalan bersama gadis itu menuju ke pelaminan. Ibu ingin melihatmu membawa anakmu, mengenalkannya sebagai cucu Ibu. Ibu ingin bisa menggendong anakmu seperti saat Ibu pernah membuaimu dalam gendongan Ibu. Ibu ingin bermain bersama cucu-cucu Ibu. Ah anakku seandainya semua itu bisa terwujud, tentunya Ibu akan merasa sangat bahagia. Tidak, sekarang pun Ibu sudah cukup merasa bahagia, memandangi wajah kecilmu yang terlelap.

Anakku, bagaimana hubunganmu dengan ayahmu? Semoga kalian tidak sering bertengkar. Ibu tahu ayahmu adalah orang yang keras, dan Ibu menebak pasti kalian sering bertengkar. Anakku, tolong dengarkan nasehat Ibu, turutilah kata-kata ayahmu. Meskipun ayahmu bersikap keras, tapi sangat mencintaimu. Ibu ingin berbagi sedikit rahasia tentang ayahmu. Kau tahu, ketika kau masih dalam kandungan Ibu, setiap malam ayahmu mengelus perut Ibu dan menyanyikan lagu untukmu. Ini rahasia kita, Ok.

Anakku, tolong Ibu untuk menjaga dan merawat ayahmu. Ayahmu adalah seorang pekerja keras, tolong bantu Ibu untuk selalu mengingatkannya makan. Ayahmu sering melupakan jam makannya.  Ibu khawatir bagaimana keadaan ayahmu tanpa ada Ibu di sisinya. Tapi Ibu bisa merasa tenang karena ada kau di sisinya.

Anakku, masih banyak hal yang Ibu ingin katakan kepadamu, tapi Ibu tak tahu lagi bagaimana menuliskannya. Satu hal yang perlu kau tahu, Ibu mencintaimu. Ibu menyayangimu dan ayahmu. Maafkan Ibu sekali lagi karena tak bisa menemani kalian. Percayalah jika Ibu memiliki banyak waktu, Ibu ingin menghabiskannya bersama kalian. Anakku terima kasih karena telah memberikan Ibu anugerah yang terindah bagi setiap wanita, yaitu menjadi seorang Ibu. Ibu menyayangimu. Jaga dirimu dan ayahmu. Dan ibu akan selalu menjagamu dari tempat Ibu berada…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s