Kemarahan Musa dan hukuman Tuhan

Beberapa hari yang lalu saya mendengarkan siaran radio, sekilas saja sih karena sinyalnya jelek sehingga suara yang saya dengar kurang jelas dan putus-putus. Satu hal yang menarik, menurut saya sih, waktu mereka membahas tentang kemarahan Musa dan hukuman yang Tuhan jatuhkan kepadanya.

Jika dipikirkan, setidaknya menurut saya, kesalahan Musa pada waktu itu adalah marah kepada bangsa Israel sewaktu mereka meminta air di padang gurun. Dalam kemarahannya itulah Musa tidak menuruti perintah Tuhan, yang mana Dia memerintahkan Musa untuk menyentuh batu, tapi Musa malah memukul batu itu. Memang sih hasilnya sama saja, tetap keluar air dari batu itu dan bangsa Israel dipuaskan dahaganya. Namun akibat ketidaktaatan Musa itu, Tuhan tidak memberikannya kesempatan untuk masuk ke tanah perjanjian.

Menurut saya, kesalahan itu tidaklah terlalu fatal. Musa pernah membunuh pada masa mudanya, dan Tuhan tidak memperhitungkan hal itu, maksud saya Tuhan tidak mengungkit-ungkit masalah tersebut dan bisa jadi Tuhan mengampuninya. Musa juga tidak menyembah berhala seperti mayoritas bangsa yang dipimpinnya. Bisa dibilang hidup Musa dapat dikategorikan cukup saleh. Tapi mengapa kesalahan yang menurut saya dapat dikategorikan dosa kecil, dibandingkan dosa yang dilakukan Musa pada masa mudanya, mengakibatkan hukuman yang sangat fatal? Jika Tuhan bisa mengampuni orang lain yang dosanya jauh lebih besar dan lebih jahat daripada Musa, mengapa Tuhan malah menjatuhkan hukuman yang sedemikian berat bagi Musa? Tidakkah Tuhan sanggup mengampuni Musa, dengan memperhitungkan segala yang telah dilakukannya selama ini?

Argumen-argumen itulah yang menjadi dasar bagi saya untuk mempertanyakan perbuatan dan putusan Tuhan. Saya yakin tidak sedikit orang yang sepaham dengan saya. Namun perlu diingat bahwa dosa itu sama saja, tidak ada dosa kecil atau dosa besar, dosa suci maupun dosa kotor, dosa hitam maupun putih. Yang namanya dosa ya dosa. Dan itu sudah harga mati. Semua tindakan, perilaku, apa pun itu yang melawan Tuhan adalah dosa. Tindakan Musa yang tidak mentaati Tuhan dalam kemarahannya adalah dosa dan sudah jelas bahwa dosa itu hukumannya maut. Saya tidak terlalu paham mengenai karakter Musa, dan saya tidak mau menelaah lebih jauh mengapa dia berbuat begitu. Saya yakin pasti semua orang memiliki alibi yang kuat sebgai dasar pertimbangan dalam perbuatannya. Tapi hukuman Tuhan atas dosa tidak mentolerir alibi-alibi tersebut. Sekali lagi, dosa itu sudah harga mati.

Kembali pada hukuman Tuhan. Lalu, apakah Tuhan menjadi Tuhan yang kejam dan tidak berbelas kasih karena menjatuhkan hukuman yang sedemikian berat kepada Musa? Jika ditelaah lebih jauh, sesungguhnya Tuhan itu sudah sedemikian mengasihi Musa. Tuhan memilih Musa, memanggil dia secara khusus melalui semak duri yang menyala, ketika Musa meminta untuk melihat kemuliaan Tuhan, Tuhan mengabulkan permintaannya, bahkan di akhir hidupnya, Musa dikatakan tidak ditemukan makamnya, bisa jadi dia telah diangkat oleh Tuhan. Coba, kurang baik apa Tuhan itu?

Sebenarnya pola pikir manusialah yang selalu berusaha untuk mencari apa yang menguntungkan dirinya dan melakukan pembelaan diri. Jika kita melihat cara pandang Tuhan, bahwa Dia telah memberikan segala yang baik kepada kita, maka tidak sepantasnya kita menjadi jaksa yang menuntut Tuhan. Semua yang telah diberikan Tuhan kepada manusia rupanya membuat manusia lupa diri dan tidak lagi mengingat kebaikan-kebaikan Tuhan. Saya sadar hal itulah yang terjadi pada diri saya ketika saya mempertanyakan hukuman yang diberikan Tuhan kepada Musa.

Seringkali dalam banyak hal saya mempertanyakan keputusan Tuhan. Sering saya berpikir bahwa Tuhan itu tidak adil. Namun tidak sepantasnya saya mempertanyakan Tuhan, alih-alih mempertanyakan Tuhan seharusnya saya mengubah pola pikir saya dari menuntut Tuhan menjadi mensyukuri kebaikanNya atas hidup saya. Belajar untuk melihat hidup ini lebih objektif, bukan hanya berpusat pada saya dan keutamaan saya. GB.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s