Jaring laba-laba

Pada saat perang dunia, tersebutlah seorang tentara yang tengah berusaha menghindari kejaran tentara musuh. Semua rekan-rekannya telah tewas dan hanya dia sendiri yang berhasil mempertahankan nyawanya. Mencoba untuk menyelamatkan diri, tentara itu pada akhirnya masuk ke dalam sebuah gua dan bersembunyi di dalam gua itu. Dalam ketakutannya, tentara itu berdoa agar Tuhan meluputkan nyawanya dari tangan tentara musuh. Tentara itu menunggu dalam ketakutan, berharap Tuhan akan menjawab doanya. Namun alih-alih mendengar suara derap kaki bala bantuan, tentara itu hanya melihat seekor laba-laba yang tengah asyik memintal jaringnya di sekeliling mulut gua. Detik demi detik berlalu dalam ketegangan. Sang tentara mulai kehilangan harapan saat dia mendengar suara tentara musuh mendekat. Dalam hati dia yakin bahwa Tuhan tidak menjawab doanya dan sebentar lagi dia akan bernasib sama seperti rekan-rekannya. Tentara itu terus menunggu, bahkan dia sampai tak berani menarik nafas saat mendengar suara-suara di mulut gua. Namun anehnya, tentara musuh tidak masuk ke gua tempat dia bersembunyi. Rupanya tentara musuh melihat jaring yang menutupi mulut gua sehingga mereka tidak terpikir bahwa ada seseorang di dalam gua tersebut.

Gambar

Demikian juga dengan apa yang sering kita alami dalam hidup kita setiap harinya. Ada banyak problema hidup yang mengejar kita dan hendak mengalahkan kita. Mungkin kita sudah berdoa siang malam meminta bantuan Tuhan, namun bagaimana ketika pertolongan yang Tuhan sediakan tidak seperti yang kita harapkan. Seperti dalam kisah tersebut, alih-alih menghadirkan ratusan tentara bala bantuan, Tuhan justru menggunakan jarrng laba-laba yang tipis, lemah dan mudah dihancurkan sebagai benteng pertahanan untuk melindungi tentara tersebut. Mungkin bisa saja ketika kita menghadapi suatu masalah, kita meminta Tuhan menghadirkan tembok baja yang tebal dan kuat untuk melindungi kita, tapi ingatlah bahwa Tuhan juga bisa menggunakan jaring laba-laba yang dipandang tidak bernilai untuk menolong kita. Toh yang penting bukan tembok baja atau jaring laba-labanya, tapi yang penting adalah tujuannya, yaitu pertolongan bagi kita. Apapun cara yang Tuhan gunakan, tetaplah teguh dalam keyakinan bahwa Tuhan senantiasa menyediakan pertolongan bagi anak-anakNya yang membutuhkan.

Sebuah tulisan dari majalah yang saya baca kemarin saat antri di dokter sambil dengerin debat Capres…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s