Cinta???

Cinta lahir dari kasih sayang dan cinta buta lahir dari arogan

Cinta mengatakab hahwa anaknya akan mendapatkan kebahagaiaan dunia dari Sang Mahakuasa, sedangkan cinta buta mengatakan bahwa orang tualah yang seharusnya memberikan semua kebahagiaan kepada anaknya

Cinta mengatakan bahwa dia akan bangga pada anaknya sedangkan cinta buta mengatakan bahwa anaknya akan bangga kepada orangtuanya

Cinta memberikan kebebasan sedangkan cinta buta mengikat seseorang

Cinta adalah kebenaran sedangkan cinta buta adalah ketidakbenaran…

Itu adalah kutipan pembicaraan antara Krisna dengan Guru Drona. Well aku bukan penggila Mahabarata sih, cuma pas kebetulan aja nonton, soalnya serial itu alurnya lama buanget, kecepatan cuma 10 bts kali ya. Nah pada episode yang kutonton itu pas episode di mana Guru Drona dimatiin. Hal yang menarik adalah pembicaraan tersebut. Di situ dipaparkan kesalahan Guru Drona yang mendidik putranya dalam cinta yang tidak benar sehingga putranya menempuh jalan yang salah.

Kenapa hal itu menarik buatku? Karena cukup banyak kasus di mana seorang anak melakukan tindakan yang tidak terpuji, bahkan salah di mata hukum tetapi orang tuanya, saking sayangnya senantiasa membela si anak, hingga anak itu menjadi orang yang tidak bisa membedakan tangan kanan dan tangan kirinya. Contohnya, kasus anak-anak remaja di bawah umur yang kemarin bawa mobil pake nyerempet orang di deket rumah. Tidak ada rasa takut atau penyesalan sama sekali pada anak-anak itu, ga habis pikir gua, gimana tuh orang tua ngurus anak-anaknya…

Yah memang sih aku belom jadi orang tua, dan aku jadi keinget omongan temen yang sudah punya anak, bilang jadi orang tua itu perlu belajar. Padahal nggak ada sekolah menjadi orang tua, nah lo susah kan jadi orang tua. Jadi dokter, insinyur, hakim ada tuh sekolahnya, tapi jadi orang tuan kaga ada he3…

Well, ga bisa ngomong lagi, belum jadi orang tua sih. Tapi toh setiap orang pasti jadi orang tua, entah orang tua beneran atau orang yang bener-bener tua =). Tidak ada orang tua yang sempurna, tapi setidaknya setiap orang bisa belajar untuk menjadi orang tua yang baik dan semakin baik. Orang tua yang baik bukanlah orang tua yang mengasihi anaknya dengan cinta buta, tetapi mendidik anaknya dalam kebenaran.

Jadi inget juga temenku cerita anaknya nanya sebenarnya dia sayang nggak sih sama anaknya, kok marah-marah terus? Kurasa orang tua yang baik tau menggunakan metode yang benar dalam mendidik anaknya, kapan harus melakukan pendekatan lembut dan kapan harus mendisiplinkan. Memanjakan anak bukanlah bentuk cinta dan kasih sayang, melainkan tindakan di mana orang tua sebenarnya sedang membimbing anaknya menuju ke jurang…

Siapa yang tidak menggunakan tongkat, benci kepada anaknya; tetapi siapa mengasihi anaknya, menghajar dia pada waktunya. – Amsal 13:24

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s