Karna – sebuah pilihan hidup…

Kemarin aku nonton Mahabarata lagi, secara TV Indo isie cuma itu-itu doang, apalagi coba yang bisa diliat. Nah aku nonton pas episode Karna dibunuh oleh Arjuna. Hal yang menarik tentunya pembicaraan Karna dan Krisna. Meskipun aku nggak terlalu ngerti apa isi pembicaraan itu, secara nggak ngikutin dari awal tapi menurutku ada beberapa poin yang cukup menarik.

Pertama, menurutku Karna berada di pihak Kurawa bukanlah sepenuhnya kesalahannya sendiri. Dia memilih mendukung Kurawa karena merasa diperlakukan tidak adil oleh orang-orang, termasuk Pandawa sendiri. Sistem kasta yang berlaku membuat dia mengalami ketidakadilan, menurut dia sih. Pada situasi seperti itulah Duryudana mengulurkan tangan sehingga Karna merasa mendapat kebaikan dari Duryudana dan bersedia membalas kebaikannya tersebut. Dalam hal ini sikap dan tindakan seseorang memberi dampak kepada orang lain, bagaimana kita memperlakukan orang lain secara tidak langsung mendorongnya untuk mengambil sikap tertentu sebagai respon terhadap situasi/ keadaan yang tercipta akibat tindakan kita. Singkat kata, bagaimana kita memperlakukan orang lain bisa mendorongnya untuk menjadi seorang penjahat (jika dia merasa dimusuhi, ditolak) atau seorang pahlawan (jika dia diterima, diberi dorongan, motivasi untuk melakukan hal yang benar).

Yang kedua, Karna sebenarnya memiliki pilihan dalam memandang hidupnya. Alih-alih dia yang pernah merasakan ketidakadilan memandang bahwa masih banyak ketidakadilan dalam masyarakat yang harus dibenahi, dia memilih memandang hidupnya dengan menyalahkan orang lain dan merasa dirinya adalah korban ketidakadilan yang sedang berlangsung. Aku ingat sebuah sesi camp dulu waktu kuliah, S1 maksudnya, bahwa seseorang bisa menjadi orang yang reaktif atau proaktif. Orang yang reaktif adalah orang yang bertindak sebagai respon terhadap keadaan sekitarnya. Tindakannya dilakukan atas dasar apa yang orang di sekitarnya lakukan. Bisa dikatakan orang jenis ini adalah orang yang hidupnya dikendalikan oleh orang lain atau situasi yang sedang berlangsung. Sebaliknya orang yang proaktif adalah orang yang tidak memandang dirinya sebagai objek/ yang dikenai, melainkan sebagai pelaku aktif. Dalam bertindak dia tidak akan membiarkan keadaan di sekitarnya mempengaruhinya bahkan mengendalikan tindakannya.

Yang terakhir, Karna salah memilih teman. Dalam situasi yang tidak menguntungkan, ketika ada orang yang mau membantu, bukan berarti dia berhati baik. Bisa saja orang itu memiliki niat tersembunyi dan kepentingan tertentu. Salah satu cara mengukur kebaikan orang itu adalah dari buahnya. Tindakan-tindakan yang dihasilkannya apakah berguna dan membawa kebaikan bagi sesame, ataukah hanya menguntungkan dirinya dan kelompoknya. Terutama saat ini di mana berbagai kepentingan yang berkembang membuat orang dengan mudahnya memanfaatkan orang lain, kita harus berhati-hati dalam bertindak dan memilih kawan. Pergaulan yang buruk menghancurkan kebiasaan yang baik, sedangkan pergaulan yang baik dapat mengikis kebiasaan buruk.

Be wise dalam mengambil keputusan dan juga be honest, jangan ada kepentingan tertentu bahkan sampai memanfaatkan orang lain…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s