KEPO

KEPO, satu kata itu sempat menjadi topik pembicaraan geje di grup kelasku. Well, kurasa kita semua sudah tahu apa itu kepo. Kata itu juga bukan hal yang baru dalam kosakata kamus gaul penghuni Indonesia. Pertanyaannya adalah: apakah kepo itu hal yang negatif atau positif?

Menggunakan kacamata seorang researcher, dengan optimis aku menganggap kepo adalah sesuatu yang positif. Seorang peneliti harus memiliki kepekaan terhadap hal-hal yang ada di sekitarnya dan mampu melihat sampai ke detail yang terkecil sekalipun. Ibaratnya harus mampu melihat semut di pelupuk mata sejelas gajah di seberang lautan. Entah dua-duanya menjadi semakin jelas atau semakin kabur karena kebingungan dan banyaknya informasi yang membanjiri otak hahahaha… Keingintahuan merupakan salah satu modal yang paling penting bagi seorang peneliti. Selalu ingin tahu dan mempertanyakan hal-hal yang ada di sekitarnya akan membangkitkan semangat untuk meneliti. Tidak mudah percaya dan berusaha untuk mencari tahu kebenaran di balik suatu fenomena meruapakn suatu langkah awal dalam penelitian. Maka menurutku, kepo adalah suatu sikap yang harus dimiliki oleh seoarang peneliti.

Namun yang menjadi pertanyaan selanjutnya, apa sih objek yang anda teliti?

Screenshot_2015-02-26-17-24-34

4 thoughts on “KEPO

  1. Dalam kondisi tertentu, KEPO sangat dibutuhkan dan penting memang. Tapi kalau berlebihan bisa jadi sangat menyebalkan.😀
    Salam kenal. Mengenal researcher di sini. Senangnya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s