Koreografi mozaik ga cuma angkat kertas coy

Pernahkan kalian mendengar istilah koreografi mozaik? Kemarin aku mengikuti acara Kompas Kampus di kampusku dan salah satu show yang ditampilkan adalah koreografi mozaik yang dilakukan oleh para penonton, meskipun tim keratif Kompas yang menyiapkan semuanya itu. Sebelum acara dimulai, dilakukan briefing terlebih dahulu oleh tim Kompas kepada para penonton yang berperan dalam koreografi itu.

IMG20150314094358

FYI, it’s not simple at all. Rumit coy. Ga sekedar angkat kertas, melainkan harus memperhatikan koordinasi dengan rekan-rekan satu tim sehingga masing-masing kertas bisa membentuk suatu kesatuan gambar tertentu. Tentunya hal tersebut juga sangat bergantung pada peran setiap anggota yang memegang kertas. Setiap orang memiliki kontribusi yang sama besar terhadap kesuksesan show tersebut. Oleh karena itu kehadiran dan partisipasi serta kerja sama menjadi poin yang penting.

Selain itu, dalam mengangkat kertas dan juga menahannya, ada aturan yang harus dipahami. Ketinggian kertas harus sejajar sehingga gambar yang dibentuk menjadi bagus, tidak bergelombang atau malah tidak membentuk apa-apa sama sekali. Setiap personel harus memperhatikan personel lainnya sehingga mampu menempatkan diri dan kertas yang dipegangnya supaya nyambung satu sama lain.

Melihat proses briefing, latihan bahkan sampai pelaksanaan. Itu ribet banget. Nggak ada simple-simpelnya sama sekali. Padahal dalam bayanganku sebelumnya, apa sih susahnya angkat kertas, membentuk sebuah gambar. Ternyata banyak sekali komponen yang harus diperhatikan.

Well, for me. I learned that sesuatu yang terlihat sederhana dan mungkin bagi kita terasa mudah untuk dikerjakan, ternyata nggak sama sekali. So the first one, jangan anggap remeh segala sesuatu, apa pun itu. Tidak semua orang bisa mengerjakan apa yang dilakukan oleh orlang lain. Tugas yang dikerjakan oleh si A atau si B, belum tentu kita bisa mengerjakannya sebaik mereka. Yang kedua, setiap orang memiliki bagian masing-masing. Aku pernah menonton video tentang koreografi mozaik juga. Dalam video itu dikisahkan sebuah kelas sedang membuat show untuk presiden denggan menggunakan koreografi mozaik yang membentuk wajah presiden. Tersebutlah seorang anak yang terus menerus membuat kesalahan sehingga dimarahi oleh gurunya. Pada waktu hari H si anak tersebut sengaja membolos, entah karena dia sakit hati kepada gurunya atau dia merasa kehadirannya tidak penting. Apa yang terjadi? Gambar presiden itu tidak utuh dan berlubang di bagian giginya. It’s totally awful and horrible. You see, each of us has a certain part in this universe. Katakanlah tukang sampah yang setiap pagi mengambil sampah di depan rumah kita. Bagaimana jika orang itu tidak melakukan tugasnya? Tentunya sampah akan menumpuk, menimbulkan bau tidak sedap dan membuat kotor. That’s why aku mengajak kita semua untuk menghargai orang lain, entah siapa dia dan apa kedudukannya. Coz setiap dari kita memiliki peranan yang saling menunjang da berkaitan satu sama lain.

Demikianlah tulisan ngelantur saya hari ini. Semoga kita semua menjadi pribadi yang lebih baik lagi dan lebih menghargai hal-hal dan orang-orang yang ada di sekeliling kita. Thanks for reading…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s