Keren…

“Keren, keren banget umi. Saya dalam situasi yang keren.”

Barangkali ada yang masih ingat ucapan anak BW saat menyaksikan sang ayah dijemput oleh pihak berwenang beberapa waktu lalu. Well, saya tidak hendak membahas soal BW, namun kali ini saya tertarik membahas celoteh anaknya itu.

Saya tergelitik untuk memikirkan ucapan anak tersebut saat menyaksikan BW dalam acara di kampus saya, ketika beliau menceritakan kisah penangkapannya dan celotehan sang anak yang tidak lazim. Bagaimana tidak? Jika seorang anak melihat ayahnya ditangkap, atau dijemput paksa maka hampir dipastikan dia akan terguncang mentalnya. Si anak pasti akan merasa ketakutan dan mengalami trauma.

Tapi tidak dengan anak yang satu ini. Alih-alih takut, dia malah mengatakan penangkapan ayahnya itu keren. Menurut anak itu, tidak semua ayah bisa mengalami kejadian yang sama seperti ayahnya. Well, memang benar sih. Ayahnya dijemput oleh polisi, dikawal dan dimasukkan ke mobil patrol. Memang sih tidak semua orang berkesempatan menikmati kehormatan tersebut. Dan anak BW menanggap hal itu adalah suatu hal yang langka, fantastis dan hanya satu-satunya. Karena itulah dia mengungkapkan kata ‘keren’ itu.

Lantas, selanjutnya saya berpikir, bagaimana dengan kita saat menghadapi hal-hal yang tak terduga? Bagaimana saat kita diperhadapkan dengan kejadian-kejadian yang menurut kita tidak menyenangkan sama sekali? Apa komentar kita? Apakah kita mengeluh, meratapi nasib, dan khawatir berkepanjangan alih-alih menganggap bahwa apa yang terjadi dalam hidup kita adalah sesuatu yang keren? Saya percaya ketika suatu ketidaknyamanan diijinkan terjadi dalam hidup ini, pasti sepaket dengan hikmah yang menyertainya. Tidak semua orang berkesempatan menghadapi situasi-situasi yang menyakitkan, apalagi berhasil melaluinya.

Saya jadi teringat percakapan dengan seorang teman beberapa waktu yang lalu, ketika dia bertanya kabar saya sekarang dan apa yang sedang saya kerjakan. Saya jawab apa adanya. Sedang S2 dan bantuin orang tua. Dan dia membalas dengan satu kata ‘awesome’. Awesome apanya, batin saya. Secara saya nggak ada keren-kerennya. Tapi dari situ saya belajar untuk melihat dunia dari sudut pandang yang berbeda.

Belajar dari seorang anak kecil yang memandang dunia sebagai hal yang keren, sudahkan anda memandang hidup anda keren, kejadian-kejadian yang anda alami adalah hal-hal yang keren, dan anda sendiri adalah pribadi yang keren?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s