Menggoreng kerupuk

Hari ini saya berencana menggoreng kerupuk, kebetulan saya masih memiliki beberapa kerupuk mentah yang tengah menanti untuk digoreng. Saya sudah memanaskan minyak ketika menyadari bahwa kerupuk-kerupuk itu lembab. Alhasil saya mematikan  kompor dan terpaksa menjemur kerupuk-kerupuk itu terlebih dahulu. Sialnya lagi, matahari hanya sebentar memancarkan sinarnya, selebihnya awan gelap menggantungi langit. Belum ada satu jam, akhirnya saya memutuskan untuk menghentikan usaha menjemur kerupuk itu, menurut saya hal itu sama seperti menjaring angin. Saya pikir sudah cukup, kerupuk-kerupuk itu tidak lagi lembab, meskipun juga tidak terasa panas.

Segera saya kembali ke dapur, menyalakan kompor melanjutkan memanaskan minyak yang kini telah dingin. Beberapa kerupuk yang saya goreng pertama hasilnya sangat bagus. Kerupuk-kerupuk itu mengembang. Akan tetapi tidak demikian dengan kerupuk-kerupuk yang selanjutnya masuk ke dalam wajan. Semua kerupuk-kerupuk itu tidak mengembang. Mereka hanya mengeras dan menghitam. Rupanya kerupuk-kerupuk itu belum siap digoreng. Seharusnya saya menjemur mereka lebih lama lagi. Seharusnya saya tidak memaksa untuk menggoreng kerupuk yang masih lembab itu. Tidak ada panas seharusnya bukan menjadi alasan bagi saya untuk tetap memaksa menggoreng kerupuk. Permasalahan sebenarnya terletak pada diri saya sendiri yang tidak mau bersabar menanti hingga kerupuk-kerupuk itu siap untuk digoreng. Alhasil, saya mendapatkan kerupuk yang hancur.

Bukankah hal yang demikian juga sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari? Banyak orang yang tidak mau bersabar dan menginginkan semuanya serba cepat. Proses yang memerlukan waktu pun diusahakan untuk diperpendek seminimal mungkin. Maka jangan salahkan siapa pun jika hasil yang didapatkan juga sangat minim. Tidak ada barang bagus yang didapat tanpa pengorbanan. Semua membutuhkan usaha, proses, waktu dan kesabaran. Jika mungkin hari ini anda sedang in progress, bersabarlah. Saya tetap yakin bahwa usaha, kerja keras dan kesabaran itu akan beroleh hasil yang sebanding. Memang mungkin ada jalan pintas yang tersedia di kiri kanan, tapi kita juga tidak pernah tahu apa yang menunggu di sana, dan berapa harga yang harus dibayar untuk melewatinya. Jangan pernah tergoda untuk menyimpang, stay on the line =)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s