Kita dan Mereka

Untitled-1

Kita dan mereka, seharusnya kata-kata itu tetaplah sebatas kata

Bukan untuk menjadi pembenaran atas tembok-tembok yang kita bangun

Atau untuk menyebut sesama manusia yang hidup bersama kita

Apalagi sebagai dasar pembenaran atas tindakan kita yang egois

Hanya mementingkan diri sendiri dan menutup mata atas apa yang mereka alami

 

Mengapa kita senang membangun tembok yang memisahkan kita dan mereka

Apakah yang membuat kita menjadi kita sedangkan mereka tetap mereka

Apakah karena warna kulit mereka tidak sama dengan kita

Apakah mereka lahir di tempat yang berbeda dengan kita

Ataukah karena bahasa yang mereka ucapkan tidak kita mengerti

Atau justru karena mereka menghalangi kita dalam mencapai apa yang kita inginkan

 

Adakah kita senang karena membuat mereka tetap menjadi mereka

Adakah seorang manusia yang dapat memilih siapa dirinya ketika dilahirkan

Adakah seorang bayi dapat menolak kehadirannya di dunia ini

Menolak mereka yang telah melahirkannya, karena mereka bukan kita

Tidak ada seorang pun dapat memilih hidup yang telah dianugerahkan

 

Bayi itu hanyalah bayi, yang tidak mengenal kita atau mereka

Kita sendiri yang mengajarkan kata-kata itu kepadanya

Membuatnya menjadi seperti kita yang tidak peduli terhadap mereka

Meracuninya dengan kosakata kita dan mereka yang tak serupa meski sama

Hingga dia piawai membedakan kita dari mereka

 

Bukankah sang pencipta yang sama menciptakan kita dan mereka

Ataukah memang kita dan mereka diciptakan oleh pribadi yang berbeda

Hingga kita menjadi demikian berbeda dengan mereka

Tidak, kita sama dengan mereka

Kita tertawa tertawa ketika merasa senang, juga menangis ketika merasa sedih

Mereka menjerit ketika takut, merintih ketika sakit, dan menitikkan air mata ketika terharu

Lantas mengapa kita membiarkan mereka sebagai mereka

 

Daripada sibuk mencari alasan untuk tetap membuat mereka berada di luar

Lebih baik kita mencari kunci untuk menghancurkan tembok itu

Apakah yang dapat menyatukan kita dan mereka

Sanggupkan kasih menjadi jembatan yang mampu merekatkan kita dengan mereka

Hanya kita yang mampu menjawabnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s