Sebuah pelajaran dari Jakarta

Hari ini seorang teman bercerita tentang pengalamannya selama dua hari di Jakarta. Singkat cerita, teman saya itu sangat takut sekali pergi ke Jakarta, apalagi seorang diri di kota megapolitan itu. Namun, selama dua hari di sana, dia merasakan bagaimana penyertaan Tuhan melalui orang-orang tak dikenal yang membantunya selama di sana, lalu bagaimana ibu kota yang katanya lebih kejam daripada ibu tiri itu menyambutnya, Tuhan masih menjaga teman saya.

Mendengar ceritanya, saya jadi ingat dua tahun lalu, saat saya berniat menginjakkan kaki di Jakarta. Saat itu saya juga kalut dan takut, bagaimana saya seorang diri di sana nantinya. Jakarta, yang terkenal dengan tingkat kriminalitas yang tinggi, kehidupan sosial yang individual, dan ritme hidup yang keras. Namun, sekarang semuanya itu telah berhasil saya lalui. Banyak pengalaman dan pelajaran yang saya dapatkan selama berada di bawah langit ibu kota. Bahkan sekarang pun saat saya tidak lagi berada di sana, Jakarta masih tetap mengingatkan saya untuk mensyukuri hidup saya, terlebih lagi selama saya hidup di sana, menghadapi Jakarta yang keras.

Hari ini saya belajar, banyak hal-hal sederhana yang menurut kita sudah biasa kita jalani setiap hari, akan tetapi bagi orang lain bisa saja hal itu sangat luar biasa dan merupakan sesuatu yang sangat sulit untuk dilakukan. Mungkin karena kita menganggap hidup ini dipenuhi oleh rutinitas, hal-hal yang biasa kita lakukan sehari-hari sehingga kita tidak memandang hidup ini sebagai sesuatu yang luar biasa. Padahal, banyak hal sederhana yang sebetulnya sangat luar biasa dan patut disyukuri, contohnya ketika pagi hari kita masih diberi kesempatan untuk membuka mata, sementara ada orang lain yang tidak mendapatkan kesempatan tersebut; atau saat kita masih memiliki rumah untuk pulang setelah seharian bekerja, sementara saudara-saudara kita yang berada di Sinabung harus hidup di pengungsian, dan saya yakin masih ada jutaan atau milyaran hal-hal kecil yang jika dirinci satu per satu akan sangat panjang dan banyak sekali, bahkan mungkin jauh lebih banyak daripada list masalah yang setiap saat kita keluhkan.

Anyway, jika hari ini anda belum sempat bersyukur, sekarang juga pikirkan satu hal yang patut disyukuri. Saya masih percaya bersyukur akan membuat hidup terasa lebih indah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s