Maaf ya, alam…

Menjelang lebaran tahun ini, berita di TV selain dipenuhi oleh sajian mobil yang berderet di sepanjang jalan tol, juga disajikan ratusan orang yang terbengkalai di bandara. Erupsi Gunung Raung, itulah penyebab banyaknya calon pemudik yang sampai saat ini masih belum jelas nasibnya. Di tengah bencana erupsi tersebut, masih ada berita lain mengenai banjir di Aceh yang menenggelamkan pemukiman penduduk, lagi-lagi menghambat penduduk yang berniat mudik. O ya, jangan lupakan erupsi Gunung Sinabung yang sampai saat ini masih belum jelas bagaimana nasibnya.

Menyedihkan, itulah hal pertama yang terpikirkan begitu mendengar berbagai berita tersebut. Momen lebaran yang seharusnya dinikmati oleh keluarga harus dilalui dalam perasaan yang entah bagaimana menggambarkannya, saya sendiri juga tidak tahu. Satu hal yang saya pelajari dari kejadian tersebut adalah bagaimana alam membalas perlakuan manusia terhadapnya. Jika mau ditilik lebih lanjut, semua hal itu pasti ada sebab akibatnya. Memang tidak semua bencana alam terjadi akibat ulah manusia, tetapi manusia juga memiliki andil atas bencana yang menimpanya. Katakanlah, sudah tahu daerah gunung itu berbahaya, tetapi ya masih juga nekad bikin rumah di sana. Akhirnya mau tak mau harus menelan resiko kehilangan rumahnya.

Well, terlepas dari hal-hal yang tidak bisa kita kontrol, setidaknya masih ada yang masih dapat kita lakukan, yaitu meminta maaf kepada alam. Terdengar konyol bukan, tapi memang itulah yang seharusnya dilakukan. Manusia, disadari atau tidak mengeksploitasi alam demi memenuhi kepentingannya sendiri. Pernahkan terpikirkan, apa yang sudah kita berikan kepada alam yang telah menyediakan berbagai kebutuhan hidup kita. Salah satu contoh yang paling sederhana, apakah anda sudah membuang sampah pada tempatnya, atau asal lempar saja?

Melalui momen lebaran kali ini, ijinkanlah diri kita untuk bersilaturahmi tidak hanya dengan Tuhan maupun dengan keluarga, tetapi juga dengan seluruh ciptaan yang lain, termasuk alam. Alam juga diciptakan sama seperti manusia, dan memiliki hubungan timbal balik dengan manusia. Atas semua keegoisan manusia terhadap alam, saya rasa tidak ada salahnya meminta maaf. Perlu diingat bahwa bencana alam yang terjadi itu semua di luar kontrol manusia.

Selamat merayakan Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin. Atas tulisan-tulisan saya yang menyinggung, mengkritik, saya mohon maaf. Tidak ada maksud buruk, hanya sekadar berefleksi dan menunjukkan bahwa masih banyak kekurangan dalam diri manusia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s