Kebenaran

Apakah kebenaran itu? Mengapa hal itu dapat dianggap sebagai kebenaran? Bagaimanakah suatu hal dapat dinyatakan benar? Mungkin pertanyaan itu pernah terlintas dalam benak semua orang.

Well, mengutip ucapan professor saya, beliau mengatakan bahwa ada lima macam kebenaran:

  1. Kebenaran empiris, adalah kebenaran yang paling sederhana. Kebenaran ini dinyatakan benar melalui panca indera kita. Contohnya, si A terjatuh. Kita mengetahui bahwa hal itu benar dan si A benar terjatuh karena kita melihat sendiri bahwa si A terjatuh. Atau si B sakit adalah benar karena kita melihat si B berbaring lemah di atas kasur dan saat kita meraba dahinya terasa panas.
  2. Kebenaran epistemologis, adalah kebenaran yang didapatkan dengan cara atau metode tertentu. Contohnya si A melakukan penelitian tentang tingkat kepuasan masyarakat terhadap suatu produk. Hasil penelitian tersebut dinyatakan benar karena si A menggunakan metode dan cara tertentu sehingga didapatkan hasil yang demikian. Hasil penelitian si A dapat dinyatakan salah jika ada orang lain yang menyatakan hasil berbeda setelah diuji dengan metode lain yang dianggap lebih sempurna daripada metode yang diterapkan si A.
  3. Kebenaran yuridis, adalah kebenaran yang diperoleh melalui putusan pengadilan setelah melewati consensus. Contohnya si B dinyatakan tidak bersalah oleh hakim setelah melihat bukti-bukti dan para saksi yang dihadirkan. Kebenaran ini (si B tidak bersalah) bisa saja dibatalkan jika ternyata di kemudian hari ditemukan bukti lain yang membuat hakim menjatuhkan putusan sebaliknya.
  4. Kebenaran sosiologis, adalah kebenaran adat yang ditetapkan sejak jaman nenek moyang. Contohnya, suku C di pedalaman menganggap membunuh orang dan memakannya adalah hal yang benar karena adat mereka berkata demikian. Atau suku D yang tinggal di daerah tertentu menganggap bahwa ayam adalah hewan suci dan tidak boleh dibunuh apalagi dimakan. Kebenaran-kebenaran tersebut dapat dihapuskan secara adat juga, misalnya karena perkembangan jaman dan ilmu pengetahuan, maka tetua suku C pada akhirnya menyatakan bahwa membunuh orang adalah hal yang salah, atau pemimpin suku D mengijinkan rakyatnya memakan ayam. Tentunya perubahan kebenaran ini tidak terjadi begitu saja dan membutuhkan waktu yang lama.
  5. Kebenaran wahyu, adalah kebenaran yang dinyatakan oleh Tuhan dan satu-satunya kebenaran yang absolut. Tetapi kebenaran ini pun tidak bisa diterima begitu saja, melainkan harus diuji, sebab bisa saja seseorang berbohong bahwa dia telah menerima wahyu. Contohnya, si F mengatakan bahwa dia menerima wahyu bahwa besok dunia akan berakhir. Tentunya hal tersebut tidak dapat diterima begitu saja. Salah satu cara menguji kebenaran itu adalah dengan nurani dan melihat buah tindakan tersebut. suatu hal yang benar tidak akan membawa kehancuran atau berakibat tidak benar, bertentangan dengan nilai-nilai moral yang dinyatakan nurani.

Demikian lah penjelasan professor saya. Satu hal yang saya dapatkan adalah suatu kebenaran harus diuji dulu sehingga bisa dinyatakan benar dan tidak bisa serta merta dinyatakan benar. Tetapi juga tidak berarti kita menjadi orang yang tidak percaya terhadap segala sesuatu. Jadilah orang yang berhikmat bukan orang yang bodoh.

10423844_10153522159986757_6671207645176053512_n

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s