A little thing in my head…

As a human being, worrying is part of my life. Do not know what will be happened tomorrow get me really fear. I’m categorized to man who always plans everything perfectly before doing something. That’s why do not know what is going to come really makes me powerless. I don’t know what will I do tomorrow, what kind of job will I get, will I be able to get job that I wanted, will I get my dream comes true, and there are still many things that I get in my head, the things that I have no idea at all.

You know, it is true that as human being, we have many things we worry. We worry much about the future. I think it’s ok. Everyone has their own struggle about their life and their future. But something that suddenly slips into my head is what I need, the Lord will provide them. Wherever it is according with our will or not, it’s a different case, but I’m totally believe Lord will give the best for us. There’s nothing that He won’t give to us. Even His life, it was granted for us. Jesus gave everything He had. He left His throne in heaven for us. Whatever He did, He did it for us. Until the end of His life, He gave His life for us, for saving us from eternal death. I think it’s more than everything we ever asked and imagine.

That consciousness makes me realized that there is nothing in this world worthy enough to be worried. The Lord will provide us, everything we need, it has be given to us. You just need to believe and trust Him. Job, livelihood, money, husband/ wife, kids, all of them are small matters for God. Since He has given His life, the most precious one for us, there is nothing that He will not give to us, but we have to remember as long as it’s for our own sake.

Finishing my writing, I want to give thanks to Jesus for His love. And one another thing, try not to worry too much. He’s here with us and He will help us and provide us. Have a meaningful Good Friday…

good-friday-poster-2011-color

Advertisements

Pilihan dalam hidup..

Masih berkaitan dengan tulisan saya sebelumnya Kenapa hidup penuh dengan pilihan sulit jika pada akhirnya semua akan mati? hari ini saya sedikit membagikan percakapan singkat dengan seorang teman.

Pada intinya adalah apa yang manusia lakukan endingya adalah sama saja. Semua kehidupan, tak peduli sebesar apa pun pencapaian yang telah anda miliki akan berakhir dengan kematian. Dan bukankah semuanya itu tidak akan dibawa mati. Harta, kekayaan, nama baik, jabatan, semuanya itu akan hilang pada akhirnya seiring dengan ketiadaan hidup manusia. Jika demikian untuk apa kita harus bersusah payah mulai dari sekolah, kuliah, bekerja, membangun perusahaan? Bukankah pada akhirnya akan sama saja, berakhir dengan kematian. Kita yang menempuh pendidikan tinggi dengan mereka yang tidak bersekolah sama-sama berakhir dengan kematian.

Memang pada akhirnya semua manusia akan mati. Tapi hal yang membedakan adalah value kita dalam menjalani hidup. Dan kalau kita beriman, bukankah di akhirnya nanti kita harus mempertanggung jawabkan hidup kita. Well, itu sih tergantung keyakinan masing-masing, tapi setidaknya ketika masih hidup, kita tetap merasakan perbedaan dalam memaknai hidup. Ketika kita tidak memperjuangkan kehidupan kita maka hidup itu seakan tidak punya makna, tetapi ketika kita memperjuangkan hidup kita dan sesame maka saya percaya hidup itu terasa lebih indah.

Sebagai contoh, katakanlah presiden kita yang sekarang, Pak Jokowi. Beliau seorang pengusaha mebel dan sering keluar negeri. Bukankah bisa dibilang hidup beliau sudah nyaman. Tetapi mengapa beliau repot-repot menjadi walikota, bahkan menjadi presiden. Bukankah masalah yang dihadapi seorang pengusaha mebel jauh lebih ringan daripada presiden? Mengapa beliau repot-repot menjadi presiden? Bukankah seorang presiden dan pengusaha mebel akan berakhir sama dengan kematian. Presiden tidak akan hidup selamanya bukan? Ketika waktunya tiba, baik presiden maupun orang biasa tak bisa mengingkari suratan takdir. Jika demikian halnya mengapa tidak memilih hidup yang mudah saja sebagai pengusaha mebel. Toh beliau juga sudah mapan dan sukses.

Argument teman saya, bukan murni pendapat saya, adalah seorang Jokowi, jika beliau hanya menjadi pengusaha mebel maka beliau hanya bisa mensejahterakan karyawan dan segelintir orang yang berhubungan secara langsung dengan usaha beliau. Sedangkan dengan menjadi presiden, beliau bisa menelurkan kebijakan-kebijakan yang berdampak bagi kesejahteraan seluruh bangsa Indonesia. It’ s about impact and value. Seberapa besar dampak yang bisa anda berikan bagi orang-orang di sekeliling anda itulah yang menurut saya harus dan wajib diperjuangkan. Di situlah bedanya hidup kita dengan hidup orang lain yang mungkin memilih jalan hidup yang mudah.

Sekali lagi, hidup itu memang pilihan. Anda bisa memilih hidup yang mudah dan nyaman, tapi mungkin anda akan merasa hampa dan kehilangan makna, atau sebaliknya anda bisa memilih hidup yang berat dan target-target tertentu untuk dicapai karena anda tahu benar apa yang anda lakukan itu akan membawa kebaikan bagi sesame sehingga perlu dan layak untuk diperjuangkan. it’s your choice…

pelatihan-meningkatkan-motivasi-kerja-42-638

 

Cinta

musim_semi

Katakan kepadaku mengapa kau mencintaiku?

Apakah karena aku rupawan, atau aku jenaka, atau aku cerdas?

Apakah karena aku kaya, atau aku berdarah bangsawan, atau aku artis?

Apakah karena aku anakmu, aku saudaramu atau aku pasanganmu?

Kalau semuanya itu tidak ada padaku, apakah kau masih mencintaiku?

Akankah kau juga akan mencintaiku jika aku adalah orang asing?

Jika kau tak mengenalku bukankah tak ada alasan bagimu untuk menyukaiku?

Alasan, apakah diperlukan alasan untuk mencintai?

Jika tak ada alasan apakah cinta juga tak kan ada?

Beritahu aku jawabanmu…

 

Kenapa hidup penuh dengan pilihan sulit jika pada akhirnya semua akan mati?

Sebuah status dari seorang teman cukup membuatku berpikir sejenak. Is it true? Emang sih final destination dari kehidupan adalah kematian. Dan itu juga adalah satu-satunya hal yang pasti dalam hidup ini. Lantas, jika demikian bisa disimpulkan bahwa manusia itu dilahirkan untuk mati bukan?

I don’t think so. Pilihan-pilihan yang sulit itu justru dibuat agar manusia tetap bertahan hidup.  Pertama, orang yang tidak memilih sama artinya dengan orang mati. Bukankah orang mati tidak bisa memilih. Tidak bisa memilih akan dikubur dengan cara apa. Mungkin sewaktu hidup nya sih masih bisa memilih, tapi setelah mati tidak ada kesempatan untuk protes bila ternyata kehendaknya tidak dilaksanakan. Orang mati tidak punya pilihan selain pasrah mengikuti perlakuan orang yang masih hidup terhadap jasadnya. Sorry to say, jika anda hidup tapi hanya mengikuti keadaan alias hidup anda ditentukan oleh orang lain, apa bedanya dengan orang yang sudah mati?

Kedua, orang yang menjalani pilihan sulit sehingga bisa tetap eksis. Contohnya, Bung Karno dan para pahlawan. Mereka berjuang demi kemerdekaan dan masa depan bangsa. Bukankah itu pilihan yang sulit. Bisa saja mereka tidak perlu melakukan hal itu. Memang pada akhirnya mereka tetap mati, tetapi semangat mereka tetap hidup dalam jiwa bangsa ini. Contoh lain adalah penulis buku text book. Well, menelurkan buku yang berbobot tidaklah mudah, pasti penuh perjuangan dan waktu yang tidak sebentar, bisa bertahun-tahun. Tapi orang-orang itu mengabdikan dirinya untuk ilmu pengetahuan. Dan melalui tulisan-tulisannya mereka tetap menyapa para pembaca, membagikan ilmu kepada orang lain.

Setidaknya itulah pemikiranku mengenai status orang tersebut. anyway setiap orang terus dan selalu membuat pilihan dalam hidupnya. Pilihan apapun yang anda buat hendaknya membuat anda lebih hidup dengan mendayagunakan diri untuk sesama.