Pilihan dalam hidup..

Masih berkaitan dengan tulisan saya sebelumnya Kenapa hidup penuh dengan pilihan sulit jika pada akhirnya semua akan mati? hari ini saya sedikit membagikan percakapan singkat dengan seorang teman.

Pada intinya adalah apa yang manusia lakukan endingya adalah sama saja. Semua kehidupan, tak peduli sebesar apa pun pencapaian yang telah anda miliki akan berakhir dengan kematian. Dan bukankah semuanya itu tidak akan dibawa mati. Harta, kekayaan, nama baik, jabatan, semuanya itu akan hilang pada akhirnya seiring dengan ketiadaan hidup manusia. Jika demikian untuk apa kita harus bersusah payah mulai dari sekolah, kuliah, bekerja, membangun perusahaan? Bukankah pada akhirnya akan sama saja, berakhir dengan kematian. Kita yang menempuh pendidikan tinggi dengan mereka yang tidak bersekolah sama-sama berakhir dengan kematian.

Memang pada akhirnya semua manusia akan mati. Tapi hal yang membedakan adalah value kita dalam menjalani hidup. Dan kalau kita beriman, bukankah di akhirnya nanti kita harus mempertanggung jawabkan hidup kita. Well, itu sih tergantung keyakinan masing-masing, tapi setidaknya ketika masih hidup, kita tetap merasakan perbedaan dalam memaknai hidup. Ketika kita tidak memperjuangkan kehidupan kita maka hidup itu seakan tidak punya makna, tetapi ketika kita memperjuangkan hidup kita dan sesame maka saya percaya hidup itu terasa lebih indah.

Sebagai contoh, katakanlah presiden kita yang sekarang, Pak Jokowi. Beliau seorang pengusaha mebel dan sering keluar negeri. Bukankah bisa dibilang hidup beliau sudah nyaman. Tetapi mengapa beliau repot-repot menjadi walikota, bahkan menjadi presiden. Bukankah masalah yang dihadapi seorang pengusaha mebel jauh lebih ringan daripada presiden? Mengapa beliau repot-repot menjadi presiden? Bukankah seorang presiden dan pengusaha mebel akan berakhir sama dengan kematian. Presiden tidak akan hidup selamanya bukan? Ketika waktunya tiba, baik presiden maupun orang biasa tak bisa mengingkari suratan takdir. Jika demikian halnya mengapa tidak memilih hidup yang mudah saja sebagai pengusaha mebel. Toh beliau juga sudah mapan dan sukses.

Argument teman saya, bukan murni pendapat saya, adalah seorang Jokowi, jika beliau hanya menjadi pengusaha mebel maka beliau hanya bisa mensejahterakan karyawan dan segelintir orang yang berhubungan secara langsung dengan usaha beliau. Sedangkan dengan menjadi presiden, beliau bisa menelurkan kebijakan-kebijakan yang berdampak bagi kesejahteraan seluruh bangsa Indonesia. It’ s about impact and value. Seberapa besar dampak yang bisa anda berikan bagi orang-orang di sekeliling anda itulah yang menurut saya harus dan wajib diperjuangkan. Di situlah bedanya hidup kita dengan hidup orang lain yang mungkin memilih jalan hidup yang mudah.

Sekali lagi, hidup itu memang pilihan. Anda bisa memilih hidup yang mudah dan nyaman, tapi mungkin anda akan merasa hampa dan kehilangan makna, atau sebaliknya anda bisa memilih hidup yang berat dan target-target tertentu untuk dicapai karena anda tahu benar apa yang anda lakukan itu akan membawa kebaikan bagi sesame sehingga perlu dan layak untuk diperjuangkan. it’s your choice…

pelatihan-meningkatkan-motivasi-kerja-42-638

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s