Puasa itu?

Beberapa hari yang telah berlalu di bulan puasa diwarnai dengan berita tentang razia warung makan yang menghebohkan. Entah kenapa setiap tahun berita semacam itu selalu marak. Sebuah pertanyaan yang muncul di kepala saya adalah apakah puasa itu hanya sebatas tidak makan dan tidak minum? Bukankah banyak hal yang lebih dalam lagi daripada sekedar tidak makan dan tidak minum? Tetapi mengapa persoalan makan dan minum itu yang selalu disoroti, dalam artian mendapat porsi yang seakan-akan lebih besar.

Dalam pandangan saya puasa itu juga berarti mengutamakan orang lain lebih daripada diri sendiri, seperti halnya yang sering digembor-gemborkan di iklan-iklan TV. Memang dalam hal berpuasa saya masih perlu banyak belajar juga. Saya masih ingat pelajaran pertama puasa adalah memang sih tidak makan dan tidak minum, tetapi uang yang seharusnya untuk makan dan minum itu disisihkan untuk diberikan kepada orang lain. Kalau cuma tidak makan dan tidak minum mah itu namanya diet. Hal yang membedakan puasa daripada sekedar diet adalah pemaknaan. Bagaimana kita memaknai puasa kita? Apakah kita melakukannya dengan senang hati atau dengan penuh keterpaksaan? Jujur ketika puasa menjadi semacam keterpaksaan dan tidak ada sukacita saya memilih membatalkannya. Dan hal yang paling penting adalah dalam puasa itu apakah membawa kita semakin dekat dengan Sang Pencipta atau justru kita terlalu sibuk dengan ritual puasa tetapi tidak membuat kita semakin dekat dengan Nya?

Well, hal-hal itu sih yang terpikir olehku ketika membaca berita-berita negatif di bulan puasa ini. Semoga di bulan ini kita semakin menjadi pribadi yang lebih baik.

Meragukan Tuhan?

Screenshot_2016-01-08-20-23-22 copy

Sungguh kebetulan saat melihat update status bbm dari dua orang yang berbeda tetapi jika dilihat seakan-akan seperti saling menanggapi. Aku tidak tahu mengapa bisa terjadi demikian. Namun, itulah yang terlintas di pikiranku saat melihat update status tersebut.

Dilihat dari konten yang dituliskan, maksudku membaca status mereka seperti membaca status update pada umumnya, dari bawah ke atas, status temanku yang kedua seakan-akan seperti mempertanyakan status teman pertama. Dilihat secara keseluruhan, hal yang dapat ditangkap adalah sebuah pernyataan meragukan tentang kebaikan Tuhan. Mungkin saja anda geli ketika melihat status tersebut, tetapi bukankah hal itu yang sering kali terjadi dalam hidup ini?

Kita sering meragukan kuasa Tuhan dalam segalanya dan memilih untuk mengambil jalan sendiri, jalan yang kita anggap lebih baik. Bahkan ketika ada orang lain yang mengemukakan pernyataan imannya, tak jarang kita menjadi sarkastik. Bukannya mendukung, justru mungkin kita melakukan hal yang sebaliknya, mempertanyakan iman orang itu dan kemahakuasaan Tuhan.

Kiranya melalui kisah status kedua temanku itu kita semakin memperbaiki diri dalam bersikap dan bertumbuh dalam iman.