Wanita itu #3

Kupelankan laju motorku saat mataku menangkap pemandangan yang tak biasa. Di tepi jalan sana kulihat seorang wanita paruh baya, mungkin usianya sekitar 30 hingga 40 tahun, berjalan dengan cara yang tak lazim. Alih-alih berjalan dengan kedua kakinya, wanita itu justru menggunakan seluruh tubuhnya untuk berjalan. Ya dia berjalan dalam posisi duduk. Sepintas kuamati cara berjalan wanita itu, tapi aku tak bisa berlama-lama mengamatinya. Ada banyak kendaraan lain di sekitarku dan akan sangat berbahaya bagiku dan bagi pengendara lainnya kalau aku kehilangan fokus pada jalanan di depanku.

Singkat cerita aku meninggalkan wanita itu dengan pergulatan nya dan tiba di tujuan. Ya, tujuanku hari itu adalah memotong rambut di salon. Entah berapa lama sudah aku menanti giliran, rasanya lama sekali. Untuk mengusir rasa bosan aku melayangkan pandangan keluar jendela. Wanita itu, aku kembali melihat wanita itu berjalan dalam duduknya. Kuamati wanita itu lebih seksama. Dia berjalan dengan mengangkat bagian bawah tubuhnya ke depan sedangkan kedua tangan bertumpu ke tanah untuk menopang tubuh ringkihnya. Setelah dia mendaratkan tubuh bagian bawahnya barulah dia mengangkat tangannya maju. Sungguh sebuah perjuangan untuk bisa bergerak dengan cara seperti itu. Aku tak tahu berapa lama waktu yang dibutuhkan bagi wanita itu untuk berpindah tempat dari satu tempat ke tempat lain.

Aku terus mengamati wanita itu. Kini dia berhenti sejenak. Dia melepaskan sandal japit yang digunakan di tangan untuk melindungi tangannya ketika menyentuh jalanan yang panas, kemudian dia menyeka peluh yang membasahi dahinya dengan tangan yang telanjang. Aku tahu pasti berat sekali berjalan seperti itu di bawah matahari yang bersinar terik seperti saat ini. Beberapa menit wanita itu berisitirahat. Kini dia memasang kembali sandal jepit ke tangannya, siap melanjutkan perjalanan. Aku terus mengamati wanita itu hingga dia hilang dari pandanganku.

Dalam jangka waktu yang selama itu dia hanya bergerak sejauh beberapa meter. Hatiku terenyuh memikirkannya. Ada rasa kasihan, sedih, bercampur syukur dan kekaguman. Melihat wanita itu aku bersyukur karena nasibku jauh lebih beruntung. Aku masih memiliki tubuh yang lengakp. Namun, aku juga merasa kasihan dan sedih melihat apa yang dialami oleh wanita itu. Dalam hati kecil aku ingin membantu mengantarkan wanita itu, tapi apa yang dapat kulakukan? Membantunya berdiri saja aku pasti tak sanggup. Lagipula untuk orang seperti itu, maksudku mereka yang memiliki keterbatasan tapi tak mau menyerah, sebuah bantuan dapat saja dipandang sebagai sebuah bentuk meremehkan mereka. Di situlah aku merasa kagum atas tekad dan perjuangan wanita itu.

Aku tak sanggup membayangkan jika aku menjadi wanita itu. Bagaimana aku dapat berjalan dengan cara yang berat seperti itu? Bagaimana jika hujan lebat turun sedangkan aku tak memiliki tangan yang bebas untuk memegang payung? Aku juga tak mampu membayangkan bagaimana jika ada orang yang berniat jahat kepadaku. Aku tak dapat bergerak dengan cepat. Aku tak dapat berlari atau melindungi diri jika ada orang yang berniat merampokku. Entahlah aku tak sanggup berpikir lebih jauh lagi. Namun aku tahu satu hal bahwa wanita itu memiliki tekad yang kuat dan tak mudah menyerah meski hidup yang dijalaninya sangat berat.

Wanita yang kulihat hari ini mengajarkanku untuk tak mudah menyerah. Setiap orang pasti memiliki kesulitan dalam hidupnya masing-masing. Apa pun bentuk kesulitan yang kita alami, aku percaya Tuhan pasti menyediakan kekuatan untuk menanggungnya. Jangan mudah menyerah dalam hidup ini. Di luar sana ada orang lain yang mungkin menanggung beban hidup yang jauh lebih berat tapi mereka tak menyerah.

Advertisements

Inspirasi dari baliho…

Hmmm, kali ini aku berniat menuliskan opiniku tentang kejadian yang telah lewat sih sebenarnya. Hanya saja aku memilih untuk tidak menulis pada waktu kejadiannya masih hangat. Ini tentang sebuah kampus swasta yang didirikan oleh lembaga Kristen, atau singkat saja kita sebut kampus Kristen, yang memasang baliho dengan gambar mahasiswi muslimah. Atas desakan pihak tertentu kampus itu akhirnya melepas baliho tersebut. Well, soal kejadian itu aku tak mau berkomentar sih. Aku lebih tertarik menceritakan kesanku tentang baliho tersebut.

Jujur saja ketika melihat baliho tersebut pertama kali aku juga merasa something wrong. Mengapa baliho itu harus bergambar seperti itu? Tidak adakah mahasiswi lain yang dapat dijadikan modelnya? Kuakui pada awalnya aku menjudge bahwa itu adalah kampus Kristen maka yang menuntut ilmu di sana seharusnya juga mahasiswa Kristen.

Baliho tersebut membuatku berpikir dan terus berpikir untuk beberapa saatnya. Aku terus bertanya mengapa kampus itu memasang baliho dengan contain seperti itu. Semakin aku berpikir semakin aku bertanya apa yang salah sebenarnya? Tidak ada yang salah. Jika memang mahasiswa yang beragama X ingin menuntut ilmu di kampus yang menganut nilai-nilai Y apakah mereka harus ditolak karena perbedaan tersebut? Aku justru merasa itu adalah hal yang salah. Tidak peduli apa pun latar belakang seseorang dia tidak seharusnya dihalangi untuk memperoleh pendidikan atau masuk ke suatu tempat tertentu.

Menurutku menolak orang yang memiliki perbedaan latar belakang, entah apa pun itu, justru merupakan tindakan yang tidak benar. Dengan melakukan hal itu kita justru menerapkan eklusifitas. Padahal apa sih yang membuat orang berhak membedakan satu sama lain. Bukankah kita semua juga manusia?

Kembali ke permasalahan baliho kampus tadi, saya justru melihat ini merupakan langkah positif yang diambil kampus itu agar tidak terjebak dalam eklusifitas, melainkan bersedia menerima siapa pun yang mau menuntut ilmu di sana. Lihat saja ada berapa kelompok/ orang yang mau membuka diri dan menerima orang lain yang memiliki perbedaan dengan kelompoknya. Tak banyak sih, kurasa. Dan ketika ada orang lain yang melakukan tindakan itu, maksudku membuka diri dan menerima orang lain, justru orang tersebut dianggap aneh dan tak lazim. Yah, aku juga sempat berpikir seperti itu sih hahaha. Memang sih kurasa lebih mudah membangun tembok daripada membangun jembatan. Kembali ke kampus tadi. Terlepas dari value yang dijunjung di kampus itu, aku rasa kita semua memiliki value tertentu yang kita pegang kuat. Asalkan tidak terjadi hal-hal yang melanggar hukum, maksudku sih seperti pemaksaan dll, so what? Kurasa itu juga merupakan hak semua orang.

Aku ingin menutup tulisanku dengan mengutip ucapan seorang teman, ketika suatu hal tidak dipermasalahkan maka hal itu tidak akan menjadi masalah. Adanya perbedaan adalah hal yang wajar, dan ketika perbedaan itu tidak dipermasalahkan maka tidak aka nada masalah.

 

happy new year!!!

73819d84165f11c3e67c35317e044242.jpg Happy new year everyone! 2016 has ended and we get in 2017 now. Talking about new year, actually I don’t have anything special. I think new year isn’t different with the other days. I don’t know why some people celebrated it in a luxurious way. Some people got a party and the others went to a special place. Well, I myself prefer stayed at home and watched the television. That’s what I did last night.

You don’t think that I will write nothing but rubbish, do you? When I reflected what is the meaning of new year, I got that new year was not about celebration, but it was about how we gave thanks for everything happened in the last year. Ok, maybe some things were bad, but I thought not all of them were. I believe there were a lot of beautiful things happened in 2016. I still remembered how I started 2016 with uncertainty, worrying a lot of things but in the end of it, some things I worried before were amazingly ended happily, even not all of them. However, when thought about it somehow I felt that I was blessed. Looking through the past, maybe I could have something worse happened in my life, but it didn’t happen. I’m still here, breath healthily and I can write my story.

Ok maybe you want to complain about your dreams that you couldn’t accomplish in 2016, or about your wishes that weren’t granted. It is ok. I have it too, but I think we still have a plenty time to accomplish our dreams. We have been given a chance in 2017 so let’s do something about it. I feel sorry for them who didn’t make their way to 2017. So instead of regretting the past, I think it is the time for us to plan something in 2017. I think new year means I’m still given a trust to make something better. So let’s take the chance to accomplish our dreams in 2017.

About our worries, ok it’s not easy not to worry anything we don’t know before. I am worrying a lot of things too, but look at us. We still stand here. We have been success passing the 2016 and the years before. So nothing needs to be worried.  If God pleased, He will let us get everything we want. He will guide us in 2017 as what He has done for years. So cheers up! Let’s take the first step in 2017 with give thanks and promising to make everything in 2017 better than before.  Happy new year and have a blessed year!