Inspirasi dari baliho…

Hmmm, kali ini aku berniat menuliskan opiniku tentang kejadian yang telah lewat sih sebenarnya. Hanya saja aku memilih untuk tidak menulis pada waktu kejadiannya masih hangat. Ini tentang sebuah kampus swasta yang didirikan oleh lembaga Kristen, atau singkat saja kita sebut kampus Kristen, yang memasang baliho dengan gambar mahasiswi muslimah. Atas desakan pihak tertentu kampus itu akhirnya melepas baliho tersebut. Well, soal kejadian itu aku tak mau berkomentar sih. Aku lebih tertarik menceritakan kesanku tentang baliho tersebut.

Jujur saja ketika melihat baliho tersebut pertama kali aku juga merasa something wrong. Mengapa baliho itu harus bergambar seperti itu? Tidak adakah mahasiswi lain yang dapat dijadikan modelnya? Kuakui pada awalnya aku menjudge bahwa itu adalah kampus Kristen maka yang menuntut ilmu di sana seharusnya juga mahasiswa Kristen.

Baliho tersebut membuatku berpikir dan terus berpikir untuk beberapa saatnya. Aku terus bertanya mengapa kampus itu memasang baliho dengan contain seperti itu. Semakin aku berpikir semakin aku bertanya apa yang salah sebenarnya? Tidak ada yang salah. Jika memang mahasiswa yang beragama X ingin menuntut ilmu di kampus yang menganut nilai-nilai Y apakah mereka harus ditolak karena perbedaan tersebut? Aku justru merasa itu adalah hal yang salah. Tidak peduli apa pun latar belakang seseorang dia tidak seharusnya dihalangi untuk memperoleh pendidikan atau masuk ke suatu tempat tertentu.

Menurutku menolak orang yang memiliki perbedaan latar belakang, entah apa pun itu, justru merupakan tindakan yang tidak benar. Dengan melakukan hal itu kita justru menerapkan eklusifitas. Padahal apa sih yang membuat orang berhak membedakan satu sama lain. Bukankah kita semua juga manusia?

Kembali ke permasalahan baliho kampus tadi, saya justru melihat ini merupakan langkah positif yang diambil kampus itu agar tidak terjebak dalam eklusifitas, melainkan bersedia menerima siapa pun yang mau menuntut ilmu di sana. Lihat saja ada berapa kelompok/ orang yang mau membuka diri dan menerima orang lain yang memiliki perbedaan dengan kelompoknya. Tak banyak sih, kurasa. Dan ketika ada orang lain yang melakukan tindakan itu, maksudku membuka diri dan menerima orang lain, justru orang tersebut dianggap aneh dan tak lazim. Yah, aku juga sempat berpikir seperti itu sih hahaha. Memang sih kurasa lebih mudah membangun tembok daripada membangun jembatan. Kembali ke kampus tadi. Terlepas dari value yang dijunjung di kampus itu, aku rasa kita semua memiliki value tertentu yang kita pegang kuat. Asalkan tidak terjadi hal-hal yang melanggar hukum, maksudku sih seperti pemaksaan dll, so what? Kurasa itu juga merupakan hak semua orang.

Aku ingin menutup tulisanku dengan mengutip ucapan seorang teman, ketika suatu hal tidak dipermasalahkan maka hal itu tidak akan menjadi masalah. Adanya perbedaan adalah hal yang wajar, dan ketika perbedaan itu tidak dipermasalahkan maka tidak aka nada masalah.

 

Advertisements

2 thoughts on “Inspirasi dari baliho…

    • tidak demikian… justru pemikiran anda lah yang benar… lingkungan dan homogenitas yang membentuk pola pikir yang salah seperti itu… dan mayoritas orang terjebak dalam kesalahan itu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s