nilai A

Saya sudah selesai merekap nilai mahasiswa ketika dosen saya datang dan menanyakan tentang hasil rekap nilai tersebut. Yup, saat ini saya membantu sebagai asisten dosen yang juga harus memberi nilai.
“Nilai nya nggak ada yang A Pak, tertinggi hanya A-…” lapor saya. Sesuai standar penilaian yang saya terapkan, tidak ada mahasiswa yang mampu mengerjakan tugas-tugas nya dengan sempurna.
“Nggak apa-apa. Kamu rekap dulu lalu kirim ke saya. Nanti ada kebijakan saya…” jawab beliau dengan santainya.

Saat itu saya menyadari bahwa nilai A itu bukan berarti sangat memuaskan. Ketika saya kuliah dulu ada beberapa dosen yang enggan memberi nilai A karena menurut mereka nilai A itu adalah nilai yang sempurna, sangat memuaskan. Namun pengalaman saya berhadapan dengan dosen saya tersebut membuat saya menyadari kebalikannya. Jika kesempurnaan yang dituntut sebagai standar nilai A, maka tidak ada seorang manusia pun yang berhak mendapat nilai A. Bukankah ilmu itu selalu berkembang? Dan tidak ada orang yang menguasai semua ilmu. Tidak ada orang yang selalu tahu ketika diberi pertanyaan yang sulit.

Well, the point is bagi beberapa dosen yang mengerti dan memahami kemanusiaan kita, termasuk saya yang akhirnya baru mengerti bahwa kita manusia, nilai A itu bukan berarti sempurna, sangat memuaskan, tetapi A = anugerah. Why? Karena tidak sepantasnya kita mendapat nilai A karena masih banyak yang tidak kita mengerti dalam ilmu tersebut, tetapi toh karena kemurahan dosen, kita mendapatkan nilai A.

Hahaha, mungkin readers berpendapat so what? Kalau menurut saya sih, banyak orang yang mengejar kesempurnaan, tetapi pada akhirnya menjadi kelelahan karena kesempurnaan itu hanya milik Tuhan semata. Nggak ada manusia yang sempurna. Dalam apapun yang kita kerjakan, lakukan yang terbaik dan percaya saja bahwa Tuhan melihat itu semua. Seperti dosen saya tadi, aya percaya ada kebijakan Nya bagi orang yang mau berusaha. Dia akan memberikan nilai A, bukan karena kita orang yang sempurna dan pantas, tetapi karena anugerah itu diberikan oleh karena kemurahan Nya. That’s why syukuri apa yang ada, dan berusaha untuk menjadi lebih baik lagi…