Travelling dan hidup…

stranded_main

Seminggu ini aku berada di Jakarta karena urusan pekerjaan, lebih tepat nya terjebak di Jakarta karena berangkat ke Jakarta mendadak dan tidak mendapat tiket pulang ke Solo dengan harga yang wajar. Jadi ya OK lah sementara ini stay dulu di Jakarta. Selama beberapa hari berada di sini tentunya aku pergi mengunjungi tempat-tempat wisata yang memang hitz di Jakarta. Nggak Cuma mall aja lho ya yang bisa dikunjungi haha…

Anyway, ketika berada dalam busway menuju ke salah satu tempat wisata itu, sebuah pikiran melintas di kepalaku. Dia berkata nikmati perjalannya. Travelling is not only about the destination, but also about the journey too. Memang sih berada di Jakarta yang macet abizzz, bahkan ketika libur lebaran yang katanya Jakarta sepi menurut aku sih masih tetep macet, hoax itu yang bilang kalau lebaran Jakarta sepi hahaha…. Ok kembali ke topik kemacetan di Jakarta, semua orang mah pasti nggak ada yang menikmati kemacetan. Berbeda tentunya kalau perjalannya menyenangkan, pasti semua orang akan menyukainya. Tetapi kalau jalannya macet, lama, jauh pasti bête abis. Mending di rumah saja, nggak usah pergi, perginya berjam-jam di sana nya cuma beberapa jam, terus nanti pulangnya masih harus berjuang melawan kemacetan lagi, begitu sih pemikiranku.

Nah pemikiran seperti itu yang membuat aku lupa menikmati travelling nya. Karena fokus ku hanya kepada tujuan, yaitu tempat wisata nya, tetapi menganggap perjalanan ke sana sebagai hal yang terpisah dan bukan bagian dari travelling maka aku menganggap perjalan sebagai sesuatu yang menjemukan. Padahal it’s totally wrong. Menikmati perjalanan termasuk bagian dari menikmati suatu petualangan. Tentunya dalam petualangan itu ada hal yang berat da nada yang ringan, ada yang menyenangkan dan ada yang tidak menyenangkan. Tetapi itu adalah satu paket yang harus diterima. Aku nggak akan merasa senang pada akhirnya kalau aku nggak menerima perjalanan itu sebagai bagian dari travelling ku. Ketika aku bersungut-sungut, yang ada adalah aku kehilangan kegembiraan yang seharusnya kudapatkan dari travelling keliling Jakarta itu.

Well, hal yang sama juga dapat diterapkan ketika menghadapi hidup ini. Tentu dalam hidup ini ada banyak tujuan-tujuan yang telah ditetapkan, baik itu tujuan jangka pendek maupun tujuan jangka panjang. Sebagai anak sekolah misalnya, tentu semua orang pernah mengalami menjadi anak sekolah bukan, tujuan mereka adalah mencapai nilai yang bagus, naik kelas/ lulus dengan prestasi yang baik. Jika kegembiraan diukur dengan pencapaian tersebut maka yang ada adalah hidup mereka sangat mengenaskan. Coba saja dihitung sebelum ujian belajarnya berapa lama, ujiannya hanya beberapa jam dan pembagian rapor hanya sekali tiap semester. Kalau mereka gembira hanya pada saat akhir semester karena nilainya bagus, toh hanya bertahan beberapa jam atau beberapa hari saja. Bandingkan dengan kesusahan yang dialami sepanjang semester harus belajar dll. Namun, bukankah tidak demikan? Kegembiraan itu termasuk satu paket dengan belajar nya. Ketika kita bisa menguasai sesuatu dan melihat belajar sebagai sesuatu yang menyenangkan maka perjalanan satu semester itu tidak merupakan sebuah beban tetapi menjadi menyenangkan.

Well, that’s my point. Nikmatilah hidup seperti sebuah perjalanan. Dalam proses nya apsti ada hal yang nggak enak tapi toh ada hal yang menyenangkan juga. Mungkin kegagalan dan masalah memang bukan tujuan kita, tetapi itu adalah bagian dari perjalanan dan proses yang mau nggak mau harus dinikmati untuk mencapai tujuan kesuksesan. Selamat menikmati hidup dengan paket yang sempurna, including the failure dishes…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s