Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin

 

“i don’t stop when i’m tired; i stop when i’m done” — adalah prinsip yg selalu dipegang oleh orang yg bertanggungjawab,

yang tidak suka lari dari tanggungjawab; berusaha keras untuk menyelesaikan misi/tugas yg diamanatkan kepadanya.

 

Di bawah ini ada 10 Kepribadian “Tidak Baik” yang musti kita hindari:

Setiap orang pasti memiliki kepribadian masing-masing, dan dari masing-masing itu memiliki pendangan yang tersendiri, tapi itu kembali ke pendapat sesorang yang berhadapan dengan orang itu. Dalam kehidupan sosial yang baik ada kalanya kita menghindari beberapa kepribadian yang saya rangkum menjadi 10 keribadian yang harus dihindari yaitu:

 

  1. Lari dari tanggung jawab.

jika ada kenikmatan yang membuat mereka puas, mereka mendekat, tetapi jika dari pekerjaan yang harus dilakukan, mereka menjauh. itulah sifat orang yang lari dari tanggung jawab. pada dasarnya orang yang lari dari tanggung jawab memiliki jiwa yang manja, jiwa yang tidak mau bersusah payah untuk membangun pekerjaan mereka.

 

  1. Suka menyia-nyiakan waktu

waktu adalah pedang, bila anda tidak menghunusnya, maka ia akan menghunus anda. Jika anda ingin menjadi suskes dalam meraih cita-cita, gunakan waktu anda sebaik-baiknya. jikalau anda butuh istirahat, maka istirahatlah dengan cara yang berbobot.

hukum kehidupan selalu menjadikan kehidupan umat manusia sakit,susah, dan senang. bila seseorang menjalani kehidupannya dengan betah pada rasa sakit terlebih dahulu, maka ia akan menuai rasa senang dibelakang hari.Anda harus memilih untuk menjadikan hidup anda lebih potensial dibandingan teman2 andq yang lain.

 

  1. Pesimistis

banyak orang memiliki potensi besar untuk menjadi orang sukses, baik secara modal maupun skill. tetapi, ketika dihadapkan pada tantangan yang sangat kecil, ia gampang bersikap pesimistis. menggali lubang untuk melarikan diri. kita kita adalah mahluk cerdas yang tak akan lari dari masalah. Belajarlah dari anak-anak ,mereka memiliki cita2 yang begitu tinggi mengepalkan tangan dan pandangan lurus kedepan untuk sebuah cita2 penting yang menjadi jalan kehidupan mereka.

 

  1. Malas

tidak ada kisah orang sukses di dunia ini yang dalam proses kehidupannya malas-malasan, ongkang-ngkang kaki, kemudian tiba2 menjadi orang sukses. kesuksesan hanya bisaditempuh dengan cara kerja keras, rajin, tekun, dan berupaya dengan mengerahkan kemampuan pikiran, hati, sebagai spirit untuk mendorong aspek fisik.

 

  1. Salah memilih teman

orang yang bisa memilih teman yang dengan baik akan memposisikan dirinya menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya. teman merupakan bagian dari diri anda. kalau teman anda bisa memberikan sesuatu yang terbaik bagi anda, tentu saja anda bisa memberikan yang terbaik pula pada teman anda . Jadilah orang yang cerdas, bukankah anda ingin tertular otak profesor?

 

  1. Ragu dalam melangkah

umumnya orang-orang menjadi ragu dalam melangkah karena tidak memiliki spekulasi yang tepat tentang masalah yang akan dijalani dalam kehidupannya. keraguan dapat menghambat usaha yang dilakukan oleh seseorang, karena semangat untuk mengerjakan aktifitas yang telah dilakoni selama ini menjadi setengah2. kalau anda memiliki keteguhan hati dan tanggung jawab yang baik untuk melangkah dalam kehidupan anda tentu saja anda tidak akan ragu2.

 

  1. Negative thinking

Berpikir negatif terhadap segala sesuatu yang ada di hadapan akan menyebabkan anda selalu mempersepsi objek yang anda lihat dengan cara yang buruk, hindari sifat ini. Agar pikiran anda lebih tenang, orang yang memiliki etos yang baik akan selalu berupaya untuk berpikir positif, mencoba untuk mempersepsi segala sesuatu dengan cara pandang yang membuat jiwa lebih harmonis.

 

  1. Pembohong

dalam menjalin hubungan dengan orang lain, sifat dasar yang harus dimiliki oleh seseorang adalah kejujuran. bila anda sudah tidak jujur, maka sulit untuk mendapatkan kepercayaan dari orang lain, sulit mendapatkan akses dan link yang lebih baik, meskipun memiliki potensi besar yang bisa menjanjikan untuk menjadi orang sukses.

 

  1. Tidak percaya diri

percaya diri merupakan salah satu kunci tersendiri bagi kesuksesan seseorang dalam melakukan pekerjaan, anda bisa merasakan sendiri bukan ketika anda bekerja, kemudianmerasa malu ketika ada orang yang menyaksikan anda bekerja, maka tentu saja pikiran menjadi tidak rileks atau tidak enjoy.

 

percaya diri menjadi modal personalitas yang harus ada dalam diri anda jika menginginkan masa depan anda menjadi lebih cemerlang.Sinar matahari baru akan memancar dalam diri andq ketika anda memiliki semangat dan rasa percaya diri yang tinggi.

 

  1. Sentimental dan keras kepala.

ciptakanlah ruang kehidupan yang harmoni dan nyaman, anda dapat menebarkan aroma yang lebih nikmat diruang sunyi kehidupan anda, ucapkanlah terimakasih ketika menerima sesuatu, ikutlah bersedih dengan orang yang menderita, tersenyum bersama orang2 yang bahagia, dan cobalah membantu mencari solusi atas berbagai masalah yang sedang melanda mereka scara kreatif. hindarilah bersikap keras kepala dan sentimen pada orang lain, maka hidup anda akan merasa tenang dan nyaman.

Apapun yang yang terangkum diatas silahkan kalian pilah dan simak dengan bijak waktunya anda menentukan arah ke mana anda akan menuju

bagaimana jadinya dunia tanpa…

Ketika menonton trailer film Bulan Terbelah di Langit Amerika, tulisan di trailer itu cukup menggelitikku. Bagaimana jadinya dunia tanpa Islam? Kurang lebih seperti itulah tulisan yang ada di trailer film itu. Sempat aku berpikir seperti apa wajah dunia saat ini jika agama itu tidak ada. Mungkin saja peristiwa 9/11 tidak akan terjadi. Tapi tak ada jaminan juga bahwa dunia akan lebih baik dari kenyataan sekarang ini. Maksudku, banyak tokoh-tokoh muslim yang berperan dan turut mempengaruhi dunia menjadi lebih baik. Bagaimana jika mereka tidak ada, apakah dunia ini akan jadi seperti ini? Katakanlah di Indonesia sendiri, proklamator kemerdekaan Bung Karno dan Bung Hatta adalah muslim. Aku tak tahu bagaimana jika mereka tidak menganut agama itu, katakanlah jika mereka adalah orang yang tidak percaya kepada Tuhan, apakah Indonesia saat ini akan menjadi negara merdeka? Bagaimanakah wajah negara ini sekarang?

Well, to the point aja, agama apa pun itu, mau X, Y, Z tak dapat dipungkiri bahwa mereka telah berperan serta memberikan kebaikan dan membentuk wajah dunia kita. Dengan berbagai kesedihan yang mewarnai dunia saat ini, bukan agamanya yang salah, melainkan orang-orangnya. Agama hanya menjadi salah satu alat untuk melegalkan kerakusan, ketamakan dan pembenaran diri. Aku percaya tanpa adanya agama orang yang pada dasarnya berniat jahat tetap akan melakukan niat jahatnya itu. Orang yang sudah memiliki niat jahat akan selalu berusaha menggunakan jalan apa pun untuk mncapai tujuannya. Justru, agama berperan membentuk manusia menjadi pribadi yang baik. Adalah pilihan masing-masing orang jika mereka memilih tidak menaklukan diri di bawah kebaikan, tetapi berusaha menggunakan ajaran-ajaran agama sesuai penafsiran mereka sendiri dengan tujuan membenarkan dirinya.

Akhir kata, adalah sangat picik dan berpikiran sempit jika membuang selusin telur hanya karena menemukan sebutir dua butir telur yang kebetulan busuk, tanpa memeriksa keseluruhan telur lainnya.

Meragukan Tuhan?

Screenshot_2016-01-08-20-23-22 copy

Sungguh kebetulan saat melihat update status bbm dari dua orang yang berbeda tetapi jika dilihat seakan-akan seperti saling menanggapi. Aku tidak tahu mengapa bisa terjadi demikian. Namun, itulah yang terlintas di pikiranku saat melihat update status tersebut.

Dilihat dari konten yang dituliskan, maksudku membaca status mereka seperti membaca status update pada umumnya, dari bawah ke atas, status temanku yang kedua seakan-akan seperti mempertanyakan status teman pertama. Dilihat secara keseluruhan, hal yang dapat ditangkap adalah sebuah pernyataan meragukan tentang kebaikan Tuhan. Mungkin saja anda geli ketika melihat status tersebut, tetapi bukankah hal itu yang sering kali terjadi dalam hidup ini?

Kita sering meragukan kuasa Tuhan dalam segalanya dan memilih untuk mengambil jalan sendiri, jalan yang kita anggap lebih baik. Bahkan ketika ada orang lain yang mengemukakan pernyataan imannya, tak jarang kita menjadi sarkastik. Bukannya mendukung, justru mungkin kita melakukan hal yang sebaliknya, mempertanyakan iman orang itu dan kemahakuasaan Tuhan.

Kiranya melalui kisah status kedua temanku itu kita semakin memperbaiki diri dalam bersikap dan bertumbuh dalam iman.

KISAH RAJA DAN PELAYANNYA

Ada seorang Raja yang mempunyai seorang pelayan, yang dalam setiap kesempatan selalu berkata kepada sang Raja: “Yang Mulia, jangan khawatir, karena segala sesuatu yang dikerjakan Allah adalah sempurna, Ia tak pernah salah.”

Suatu hari, mereka pergi berburu, pada saat mana seekor binatang buas menyerang sang Raja. Si pelayan berhasil membunuh binatang tersebut, namun tidak bisa mencegah Rajanya dari kehilangan sebuah jari tangan.

Geram dengan apa yang dialaminya, tanpa merasa berterima kasih, sang Raja berkata, “Kalau Allah itu baik, saya tidak akan diserang oleh binatang buas dan kehilangan satu jari saya..!”

Pelayan tersebut menjawab, “Apapun yang telah terjadi kepada Yang Mulia, percayalah bahwa Allah itu baik dan apapun yang dikerjakanNya adalah sempurna, Ia tak pernah salah.”

Merasa sangat tersinggung oleh respon pelayannya, sekembalinya ke istana, sang Raja memerintahkan para pengawalnya untuk memenjarakan si pelayan. Sementara dibawa ke penjara, pelayan tersebut masih saja mengulangi perkataannya: “Allah adalah baik dan sempurna adanya.”

Dalam suatu kesempatan lain, sang Raja pergi berburu sendirian, dan karena pergi terlalu jauh ia ditangkap oleh orang-orang primitif yang biasa menggunakan manusia sebagai korban.

Diatas altar persembahan, orang-orang primitif tersebut menemukan bahwa sang Raja tidak memiliki jari yang lengkap. Mereka kemudian melepaskan Raja tersebut karena dianggap tidak sempurna untuk dipersembahkan kepada dewa mereka.

Sekembalinya ke istana, sang Raja memerintahkan para pengawal untuk mengeluarkan si pelayan dari tahanan, dan Raja itu berkata: “Temanku.. Allah sungguh baik kepadaku. Aku hampir saja dibunuh oleh orang primitif, namun karena jariku tidak lengkap, mereka melepaskanku.”
Tapi aku punya sebuah pertanyaan untukmu. “Kalau Allah itu baik, mengapa Ia membiarkan aku memenjarakanmu ?

Sang pelayan menjawab: “Yang Mulia, kalau saja baginda tidak memenjarakan saya, baginda pasti sudah mengajak saya pergi berburu, dan saya pasti sudah dijadikan korban oleh orang-orang primitif sebab semua anggota tubuh saya masih lengkap.”

Semua yang dikerjakan Allah adalah sempurna, Ia tak pernah salah. Seringkali kita mengeluh mengenai hidup kita, dan pikiran negatif pun membunuh pikiran kita yang positif

Marilah berpikir positif dan percayalah akan kebaikan Allah setiap saat.

Selamat berbaik sangka kepada Allah, atas sgala kejadian & keadaan hidup kita..

Kebaikan Tuhan dalam tragedi 9/11

Hari ini tanggal 11 September 2014, tepat 13 tahun sejak kejadian 9/11 yang mengguncang dunia. Perisitwa pembajakan pesawat terbang yang berujung pada terorisme internasional dan menggoreskan luka yang mendalam bagi sejarah umat manusia.

Mengenai peristiwa 9/11 saya ingat seorang adik Maba di kelompok tutorial pernah bertanya ‘jika Tuhan baik mangapa Dia membiarkan peristiwa mengenaskan itu terjadi’. Pertanyaan yang bagus sih sampai saya mikir juga jawabnya, maklum saat itu masih tergolong mahasiswa muda. Saat itu saya menjawab bahwa rencana Tuhan tidak dapat dimengerti oleh manusia. Manusia bisa saja hanya memandang satu sisi dari sebuah kejadian, sehingga dia mengasumsikan opininya terkait dengan sisi yang dipandangnya itu, tapi Tuhan sebagai Sang Pencipta tentu memandang berbagai aspek, termasuk sisi-sisi yang tidak dapat dipandang oleh kacamata manusia, sehingga dengan otoritasNya Dia tetap mengijinkan hal itu terjadi demi kebaikan manusia. Dan dengan iman, saya percaya bahwa peristiwa apa pun itu meskipun dipandang tidak baik oleh manusia, jika diijinkan terjadi oleh Tuhan pasti mendatangkan kebaikan.

Terkait dengan pertanyaan adik Maba tersebut, pemahaman tentang ‘kebaikan Tuhan’ lah yang sering kali menjadi tolok ukura kita dalam memandang sesuatu. Seringkali Tuhan dipandang baik jika Dia berada di pihak kita dan bila Dia berseberangan dengan kita maka Dia menjadi Tuhan yang jahat. Masalahnya apakah kita berdiri di atas kebenaran dan pemahaman kita tentang apa yang baik itu sejalan dengan pemahaman Tuhan?

Saya mencoba memandang kebaikan Tuhan dari sudut pandang yang lain. Ketika ada seseorang yang merancangkan kejahatan dan ada orang lain yang berusaha menggagalkan rancangan kejahatan tersebut meskipun pada akhirnya dia gagal, bukankah orang tersebut tetap bisa dikatakan sebagai orang baik. Seringkali yang menjadi sudut pandang kita adalah orang baik yang dianggap membiarkan kejahatan merajalela, tetapi sebenarnya yang menjadi masalah bukanlah orang baik itu tidak melakukan kebaikan, tetapi orang jahatlah yang terus menerus melakukan kejahatan.

Kembali kepada tragedy 9/11 tersebut, dengan menggunakan sudut pandang yang saya kemukan di atas, maka saya berani mengatakan Tuhan tetap baik karena di kemudian hari saya mengetahui bahwa sebenarnya Tuhan telah menggagalkan rancangan terorisme tersebut. Pesawat ketiga, yang seharusnya ditergetkan menghancurkan White House dan Washington gagal melaksanakan tugasnya karena para penumpang pesawat melakukan perlawanan. Menurut saya White House memiliki arti yang jauh lebih penting daripada Pentagon baik dari sisi politik maupun sosial ekonomi. Apa jadinya jika White House dan Washington sebagai pusat pemerintahan Amerika benar-benar hancur? Bisa jadi Amerika tumbang dan dunia akan bergejolak. Jika tanpa campur tangan Tuhan, saya percaya hal itu tidak akan terjadi. Rencana matang yang telah disusun oleh manusia brilliant (mereka berhasil membajak tiga pesawat secara bersamaan dan sukses menerbangkannya, bahkan dua diantaranya berhasil mewujudkan misinya) berhasil digagalkan oleh sekelompok orang yang tidak terorganisir dan berpengalaman militer.

Saya tetap tidak tahu mengapa Tuhan mengijinkan peristiwa itu terjadi dan Tuhan membiarkan kedua pesawat pertama menyelesaikan misinya, biarlah itu menjadi misteri otoritas Tuhan, tapi sekali lagi dengan kacamata iman saya tetap memandang bahwa dalam tragedy 9/11 ada kebaikan dan belas kasih Tuhan yang peduli terhadap manusia.

Ketika saat ini anda menghadapi saat-saat sulit cobalah untuk memandang dari sisi yang berbeda. Bisa jadi ketika anda memandang dari sisi yang berbeda maka anda akan mendapati hal-hal yang tidak anda temukan sebelumnya.

Baik atau buruk?

Banyak orang mengatakan hal ini baik dan hal itu buruk… Tetapi apa sebenarnya baik dan buruk itu? Definisi baik dan buruk menurut kamus besar bahasa Indonesia yaitu

 

 ba.ik

[a] elok; patut; teratur (apik, rapi, tidak ada celanya, dsb): karangan bunga itu — sekali; (2) a mujur; beruntung (tt nasib); menguntungkan (tt kedudukan dsb): nasibnya — sekali; mendapat kedudukan yg –; (3) a berguna; manjur (tt obat dsb): buku ini sangat — untuk dibaca; daun kumis kucing — untuk obat penyakit ginjal; (4) a tidak jahat (tt kelakuan, budi pekerti, keturunan, dsb); jujur: anak itu — budi pekertinya; (5) v sembuh; pulih (tt luka, barang yg rusak, dsb): sudah dua minggu dirawat di rumah sakit, ia belum — juga; lukanya sudah –; (6) a selamat (tidak kurang suatu apa): selama ini keadaan kami — saja; (7) a selayaknya; sepatutnya: kami diterima dng –; — orang ini kusuruh pulang sekarang; (8) p (untuk menyatakan) entah … entah …: — di kota maupun di desa, olahraga sepak bola digemari orang; (9) p ya (untuk menyatakan setuju): berangkatlah sekarang! — , Ayah; (10) n kebaikan; kebajikan: kita wajib berbuat — kpd semua orang

 

bu.ruk
[a] (1) rusak atau busuk krn sudah lama: memakai kain –; (2) (tt kelakuan dsb) jahat; tidak menyenangkan: kelakuannya sangat –; (3) tidak cantik, tidak elok, jelek (tt muka, rupa, dsb)

 

Sebenarnya apa definisi orang tentang sesuatu yang baik dan sesuatu yang buruk? Terlepas dari paham relativisme tentunya setiap orang memiliki pemahaman tentang apa yang baik dan apa yang buruk. Semua orang pasti setuju bahwa sehat, bahagia, sukses, kaya adalah hal yang baik, sedangkan sakit, peperangan, bencana, miskin adalah hal yang buruk.

 

Sebenarnya apakah yang menjadi standar tentang kebaikan atau keburukan suatu hal? Jika dilihat lebih dalam bukankah hal-hal yang menyenangkan diri sendiri dan sesuai dengan keinginan pribadi dianggap sebagai hal yang baik dan hal-hal yang merugikan diri sendiri dan tidak sesuai dengan keingingan pribadi adalah yang buruk bukan?

Jika demikian halnya maka yang menjadi standar suatu hal itu baik atau buruk adalah kepentingan pribadi.

 

Disadari atau tidak setiap orang selalu menjudge bahwa hal ini baik dan hal itu buruk meskipun ditambahkan embel-embel ‘ada rencana Tuhan dalam hal-hal tersebut… ‘

Bukankah Tuhan tidak pernah menciptakan sesuatu yang buruk? Segala sesuatu yang diciptakanNya baik adanya. Karena dosa maka manusia sendiri yang membuat segalanya menjadi rusak. Dengan memakan buah dari pohon pengetahuan tentang yan baik dan jahat maka dapat dipahami bahwa manusia mulai mengerti tentang apa yang baik dan buruk bagi dirinya sendiri, tidak lagi dalam konteks kesatuan hubungan manusia dengan Tuhan dan alam ciptaanNya.

 

Tidak salah memang menggunakan kata-kata tersebut, namun yang harus dipahami adalah semuanya baik, tidak ada hal buruk dalam kamus Tuhan, manusia sendirilah yang menciptakan kosakata tersebut sesuai dengan keinginannya. Dengan memandang bahwa Tuhan menjadikan segala sesuatunya baik, terlepas sesuai dengan keinginan pribadi atau tidak maka hal ini akan membuat manusia memandang Tuhan dengan pandangan positif namun sebaliknya, jika manusia sudah mendakwa bahwa apa yang terjadi itu buruk karena tidak sesuai dengan keinginannya maka mereka akan memandang Tuhan dengan cara pandang yang negatif. Dan dengan demikian sebenarnya manusia yang menjadi tuhan atas dirinya sendiri karena manusia menentukan apa yang baik dan buruk bagi mereka dan menghakimi Tuhan karena membiarkan sesuatu yang ‘baik’ dan ‘buruk’ terjadi…..

 

Well, poinnya adalah sebenarnya apa ukuran suatu hal itu dipandang ‘baik’ atau ‘buruk’? Apakah benar jika menguntungkan diri sendiri maka hal itu baik dan jika tidak menguntungkan diri sendiri maka dipandang sebagai hal yang buruk?

Semoga bisa membantu menjawab pertanyaan-pertanyaan yang mempertanyakan kebaikan Tuhan dalam hidup kita semua.