Happiness

….and they live happily ever after.

That statement always used on the ending of fairytales or bed time stories. But, what does it mean? Have we ever thought what kind of live they would live so it could be called live happily ever after? Would Snow White and Prince Charming find no problem after they married? Or would Red Riding Hood come back safely to her house after leaving her grandma’s? Well, what actually live happily ever after means, or what is happiness?

A friend of me always posts some pictures like these.

IMG_20150820_214123IMG_20150728_222124IMG_20150715_223718IMG_20150129_124608IMG_20150311_111601

When I asked her why did she do it, she just answer it was happiness. According to her, happiness is not having a wonderful thing or something great. On the other hand, it’s just a simple thing. Little things that make us happy, those are happiness. Maybe many people feel so hard to be happy, because they don’t realize it. They have high standard of happiness, so high that make it hard to be achieved, or just say that we, human being, never know what satisfy is and always feel less.

Learning from my friend, I try to be grateful for everything in my life, even the small things too. According to me, happiness is not having something great, or achieved the highest achievement, but it is enjoy each detail of our life, every moment with a grateful heart. There are so many ways to be happy. Happiness is a choice, whether we choose to be happy with our condition or not, so let’s be happy…

Gift

Rich is not about how much you have, but how much you give. Somehow when you give you’ll be happier…
The one who gathered much did not have too much, and the one who gathered little did not have too little. – 2 Corinthians 8:15

=)

People are often unreasonable and self-centered. Forgive them away.

If you are kind, people may accuse you of ulterior motives. Be kind away.

If you are honest, people may cheat you. Be honest away.

If you find happiness, people may be jealous. Be happy away.

The good you do today may be forgotten tomorrow. Do good anyway.

Give the world the best you haveand it may never be enough. Give your best anyway.

For you see, in the end, it is between you and God. It was never between you and them anyway.

– Mother Teresa – 

Lepaskan kepalanmu

Di suatu hutan hiduplah sekelompok monyet. Pada suatu hari, tatkala mereka tengah bermain, tampak oleh mereka sebuah toples kaca besar berleher panjang dan sempit yang tertanam di tanah. Di dasar toples itu ada kacang yang sudah dibubuhi dengan aroma yang disukai monyet. Rupanya toples itu adalah perangkap yang dipasang oleh seorang pemburu.

Salah seekor monyet muda mendekat dan memasukkan tangannya ke dalam toples untuk mengambil kacang-kacang tersebut. Akan tetapi tangannya yang terkepal menggenggam kacang tidak dapat dikeluarkan dari sana karena kepalan tangannya lebih besar daripada ukuran toples itu. monyet ini meronta-ronta untuk mengeluarkan tangannya itu, namun tetap saja gagal.

Seekor monyet tua menasihati monyet muda itu, “Lepaskanlah kepalanmu atas kacang-kacang itu! Engkau akan bebas dengan mudah!” Namun monyet muda itu tidak mengindahkan anjuran tersebut, tetap saja ia bersikeras menggenggam kacang itu. Beberapa saat kemudian, sang pemburu datang dari kejauhan.

Sang monyet tua kembali meneriakkan nasihatnya, “Lepaskanlah kepalan tanganmu sekarang juga agar engkau bebas!” Monyet muda itu ketakutan, namun tetap saja ia bersikeras untuk mengambil kacang itu. Akhirnya ia tertangkap oleh sang pemburu.

Demikianlah kadang kita juga sering mencengkeram dan tidak rela melepaskan hal-hal yang sepatutnya kita lepaskan : kemarahan, kebencian, iri hati, ketamakan, dan sebagainya. Apabila kta tetap tidak bersedia melepas, tatkala kematian datang ‘menangkap’ kita, semuanya akan terlambat. Bukankah akan lebih mudah jika kita melepaskan setiap masalah yang lampau dan menatap hari esok dengan lebih cerah? Bukankah dunia akan menjadi lebih indah jika kita bisa melepaskan ‘kepalan’ kita dan membagi kebahagiaan dengan orang lain? Be happy! Gb!

Bahagiaku bukan bahagiamu…

Bahagiaku bukan bahagiamu, apakah itu berarti bahagiamu bukan bahagiaku?

Entahlah, aku tak mau menghapus bahagiamu tapi aku juga tak ingin kehilangan bahagiaku. Sejak dulu kau selalu menentukan jalan yang kupilih, kau memilihkanku SD, SMP, SMA bahkan kulih pun ada campur tanganmu.

Demi bahagiaku, itulah alasanmu. Saat itu aku hanya menuruti apa maumu. Aku tak tahu bahagia apa yang kau maksud.

Kini saat aku hendak memilih sendiri jalan yang akan kutempuh, kau masih saja berusaha mengaturku. Demi bahagiaku, alasan yang sama kau kemukakan.

Demi bahagiaku atau demi bahagiamu? Kini aku mulai mempertanyakan hal itu. Jika bahagiamu bukan bahagiaku, apakah itu berarti bahagiaku bukan bahagiamu juga?

Jika bahagiamu bukan bahagiaku dan bahagiaku bukan bahagiamu, itu artinya aku harus memilih…